Ada Razia, Apakah STNK dan SIM Boleh Diambilkan Keluarga Jika Tertinggal di Rumah?

SIM dan STNK menjadi bukti sahih bahwa seseorang diperbolehkan membawa kendaraan.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-razia-kendaraan-2.jpg
Tribun Jogja
Ilustrasi polisi menggelar razia kendaraan. Pengendara yang tidak membawa SIM dan STNK akan ditilang.


SIM dan STNK menjadi bukti sahih bahwa seseorang diperbolehkan membawa kendaraan.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Mereka yang berkendara di jalan diwajibkan membawa surat izin mengemudi (SIM)   dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Kedua surat itu menjadi bukti sahih bahwa seseorang diperbolehkan membawa kendaraan.

Namun, beberapa orang lupa membawa SIM dan STNK saat berkendara.

Karena hal ini, mereka terkadang terjaring razia dan mendapat denda tilang.

Peraturan tentang surat-surat kendaraan diatur dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pada pasal 281 tertulis bahwa pengemudi yang tidak memiliki SIM bisa dikenai denda maksimum Rp1 juta.

Ilustrasi surat izin mengemudi (SIM)
Ilustrasi surat izin mengemudi (SIM) (via Tribunnews)

Sementara pada pasal 288 ayat dua tertulis bahwa jika tak bisa menunjukkannya atau tertinggal di rumah dendanya berada di angka Rp250 ribu.

Baca: Polisi Gelar Razia Kendaraan di Jalur Alternatif dan Perkampungan, Apakah Sah?

Pasal 288 ayat 2

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).”

Lantas, mengenai aturan kedua, hingga saat ini masih menjadi perdebatan.











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved