Dilansir dari The Guardian, (23/9/2020), AS saat ini masih menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 terbanyak di dunia.
Di belakang AS ada Brazil yang jumlah kematiannya berselisih 60.000 dari AS.
Jumlah kematian di AS pada Selasa, (22/9/2020), mencapai 200.768.
Pemerintah AS dikritik karena tidak bertindak lebih cepat dan tegas dalam menghentikan penyebaran virus corona.
Sementara itu, total kasus Covid-19 di AS mencapai hampir 6,9 juta.
Ada kekhawatiran bahwa musim dingin yang segera tiba di AS akan membuat virus menyebar lebih cepat karena masyarakat akan lebih sering di dalam rumah.
Baca: Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun, Begini Nasibnya Sekarang
Trump: Beijing melepaskan virus
Trump juga menyalahkan China dan berkata bahwa negara itu seharusnya "menghentikan corona di perbatasan".
Dia juga mengatakan, "China membiarkan hal ini terjadi, dan ingat hal itu saja."
Jumlah total kasus Covid-19 yang terkonfirmasi di China mencapai 85.307, sedangkan kematian berjumlah 4.634.
Dalam pidato video di majelis umum PBB, Trum berkata PBB harus mengambil tindakan terhadap China.
Baca: Jadi Negara Pertama Covid-19, China Sudah 6 Bulan Nihil Kasus Lokal Virus Corona, Apa Rahasianya?
Dia menyerukan agar Beijing dimintai pertanggungjawaban oleh PBB karena "melepaskan virus".
Trump secara keliru juga mengklaim bahwa WHO "nyaris dikendalikan China".
Perwakilan China di PBB, Zhang Jun, mengatakan negaranya menolak "tuduhan tak berdasar" itu.
(Tribunnewswiki/Tyo)