Penyakit Croup

Croup merupakan batuk yang disebebkan karena infeksi, yang menyebabkan bengkaknya laring, trakea, dan bronkus.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-batuk.jpg
pixabay.com
Ilustrasi batuk

Croup merupakan batuk yang disebebkan karena infeksi, yang menyebabkan bengkaknya laring, trakea, dan bronkus.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Croup adalah penyakit infeksi saluran pernapasan dengan batuk yang khas.

Umumnya, croup menyerang anak-anak yang berusia enam bulan sampai 12 tahun.

Namun anak-anak usia dua tahun yang paling sering mengalaminya.

Dalam bahasa awam, croup dikenal sebagai batuk menggonggong.

Dalam dunia medis, croup juga disebut laryngotracheitis atau laryngotracheobronchitis.

Sementara itu, orang awam mungkin mengenalnya dengan sebutan barking cough atau batuk menggonggong.

Pasalnya, gejala croup atau krup yang paling khas adalah batuk yang keras dan terdengar seperti gonggongan.

Krup menyerang trakea, laring dan bronkus.

Ketiganya adalah saluran pernapasan yang berada di antara hidung dan paru-paru.

Adanya infeksi akan membuat saluran-saluran tersebut menjadi membengkak.

Akibatnya, penderita croup akan mengalami kesulitan bernapas. (1)

Baca: Bisinosis

Baca: Bronkitis

  • Penyebab


Penyabab penyakit Croup dibedakan berdasarkan jenisnya, yakni:

Viral croup

Ada beberapa macam virus yang bisa menyebabkan croup, antara lain adenovirus, respiratory syncytial virus (RSV), atau virus campak.

Namun umumnya croup disebabkan oleh virus parainfluenza.

Anak-anak bisa terpapar croup melalui udara yang dihirup, bila terdapat percikan ludah akibat batuk atau bersin orang yang terinfeksi.

Viral croup juga dapat menulari anak melalui benda yang terkontaminasi percikan ludah, misalnya dari sentuhan pada benda yang terkontaminasi air liur.

Virus yang berada di tangan tadi akan masuk ke tubuh, jika anak menyentuh mulut atau hidungnya tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Spasmodic croup

Jenis croup ini terjadi mendadak, umumnya di tengah malam.

Anak mungkin terbangun karena sesak napas, namun tidak disertai demam. 

Spasmodic croup disebabkan oleh alergi atau asam lambung yang naik ke kerongkongan dan saluran pernapasan.

Meski jarang terjadi, croup juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau menghirup zat kimia yang mengiritasi saluran pernapasan. (2)

  • Gejala


Croup dibagi ke dalam dua kategori, yakni croup yang ditularkan (infectious croup atau viral corup) dan croup yang terjadi secara mendadak (croup spasmodic).

Infectious croup

Anak-anak yang tertular croup sering mengalami gejala berupa pilek biasa seperti demam rendah di bawah 38,5 derajat Celcius dan batuk.

Demam umumnya akan berlangsung selama 1-3 hari.

Pada kasus krup yang lebih parah, gejalanya dapat berkembang menjadi berbagai kondisi berikut ini.

  • Bernapas lebih cepat dari biasanya
  • Lebih rewel atau gelisah
  • Batuk yang keras dan terdengar seperti gonggongan
  • Lubang hidung melebar
  • Cekungan yang hilang timbul di dada ketika bernapas
  • Terdengar bunyi ‘ngik’ saat anak bernapas (mengi)
  • Suara serak
  • Kulit yang tampak pucat atau muncul warna kulit kebiruan di sekitar mulut. Kondisi ini menandakan kekurangan oksigen dan menjadi gejala croup tingkat berat.

Croup spasmodik

Seorang anak yang mengalami croup spasmodik umumnya terlihat cukup sehat karena tidak mengalami demam.

Gejala baru terlihat ketika anak mengalami batuk.

Batuk disertai bunyi napas yang keras dan serak sering terjadi begitu saja di tengah malam.

Gejala-gejala tersebut seringkali akan hilang jika anak menghirup udara malam yang sejuk atau uap.

Gejala dari croup spasmodik biasanya akan membaik dalam beberapa jam.

Namun, kondisi ini dapat muncul kembali pada malam berikutnya. (3)

Baca: Xanthelasma

Baca: Hipoksia

  • Pengobatan


Sebagian besar croup bisa ditangani di rumah, terutama pada kasus croup yang hanya menunjukkan gejala ringan.

Umumnya gejala croup berlangsung selama 3 sampai 5 hari.

Perhatikan sejumlah hal berikut untuk membantu proses pemulihan.

  • Pastikan anak selalu merasa nyaman dan tenang. Jangan biarkan anak Anda menangis, karena dapat memperparah gejala croup.
  • Berikan paracetamol jika anak demam. Harap konsultasikan terlebih dulu dengan dokter sebelum memberikan obat tersebut pada anak.
  • Dudukkan anak dalam posisi tegak di pangkuan atau di kursi balita, agar anak lebih mudah bernapas.
  • Penuhi asupan cairan dengan memberikan Untuk anak yang lebih dewasa, pemberian sup atau buah dingin bisa membantu.
  • Pastikan anak lebih banyak beristirahat.
  • Jangan memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas, karena tidak akan membantu menyembuhkan croup.
  • Pastikan Anda tidur di dekat anak agar kondisinya selalu terpantau, dan agar bisa cepat mengambil tindakan bila gejalanya memburuk.

Jika gejala croup memburuk atau berlangsung lebih dari 3 atau 5 hari, dokter akan meresepkan obat golongan kortikosteroid seperti dexamethasone, untuk meredakan pembengkakan di saluran napas.

Pada kasus yang berat, anak akan diberikan tambahan oksigen.

Jika croup disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik. (4)

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Penyakit Croup
Jenis Penyakit Penyakit Pernapasan
Gejala atau Ciri Batuk karena infeksi
   


Sumber :


1. www.sehatq.com
2. www.alodokter.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved