Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru (bronkus) yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi atau gangguan pernafasan.


zoom-inlihat foto
bronkitis.jpg
Pixabay
Ilustrasi sesak napas.

Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru (bronkus) yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi atau gangguan pernafasan.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru (bronkus) yang dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi atau gangguan pernafasan.

Bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis.

Bronkitis akut adalah jenis bronkitis yang bertahan selama dua hingga tiga minggu.

Bronkitis akut merupakan salah satu infeksi sistem pernapasan yang paling umum terjadi dan paling sering menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Sedangkan bronkitis kronis adalah jenis bronkitis yang disebabkan oleh infeksi bronkus dan bertahan setidaknya tiga bulan dalam satu tahun dan berulang pada tahun berikutnya.

Bronkitis kronis lebih sering terjadi pada orang dewasa di atas usia 40 tahun.

Selain itu, dikenal juga pneumonia yang merupakan komplikasi bronkitis yang paling mungkin terjadi.

Komplikasi bronkitis ini terjadi ketika infeksi menyebar lebih jauh ke dalam paru-paru.

Infeksi ini menyebabkan kantong udara dalam paru-paru terisi dengan cairan.

Sekitar 5 persen kasus bronkitis berujung pada pneumonia.

Bagi pengidap bronkitis orang tua, perokok, dan orang yang dalam kondisi sakit, kemungkinan perlu dirawat di rumah sakit karena rentan terkena pneumonia.

Jadi tindakan ini baik dilakukan sebagai bentuk pencegahan agar terhindar dari pneumonia. (1)

Bronkitis1
Ilustrasi Bronkitis (www.health.com)

  • Penyebab


Bronkitis akut disebabkan oleh infeksi paru-paru yang dalam sebagian besar kasus disebabkan oleh virus.

Iritasi dan peradangan menyebabkan bronkus menghasilkan lendir lebih banyak.

Bronkus sendiri merupakan saluran udara dalam sistem pernafasan yang membawa udara dari dan ke paru-paru.

Sedangkan penyebab bronkitis kronis yang paling umum adalah kebiasaan merokok.

Tiap isapan rokok berpotensi merusak bulu-bulu kecil di dalam paru-paru yang disebut rambut silia.

Rambut silia berfungsi menghalau dan menyapu keluar debu, iritasi, dan lendir yang berlebihan.

Setelah beberapa lama, kandungan rokok bisa menyebabkan kerusakan permanen pada silia dan lapisan dinding bronkus.

Saat ini terjadi, kotoran tidak bisa dikeluarkan dan dibuang dengan normal.

Lendir dan kotoran yang menumpuk di dalam paru-paru membuat sistem pernapasan menjadi lebih rentan terserang infeksi. (2)

  • Gejala


Ada beberapa gejala yang dapat terlihat pada penderita bronkitis, diantaranya adalah batuk disertai lendir berwarna kuning keabu-abuan atau hijau.

Kemudian sakit tenggorokan, sesak napas, hidung beringus atau tersumbat, serta mengalami sakit atau rasa tidak nyaman pada dada.

Selain itu, penderita bronkitis juga akan mengelami kelelahan dan demam ringan. (3)

bronkitis2
Ilustrasi Bronkitis. (www.health.com)

  • Diagnosis


Diagnosis dimulai dengan pemeriksaan terhadap gejala yang muncul, faktor risiko yang ada, dan riwayat kesehatan pasien secara menyeluruh.

Selama pemeriksaan awal, dokter juga akan mengamati kondisi paru menggunakan stetoskop ketika pasien bernapas.

Setelah itu, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan melakukan serangkaian tes.

Beberapa tes yang biasa digunakan untuk mendiagnosis bronkitis meliputi:

  • Pemeriksaan kadar oksigen dalam darah. Dalam tes ini, dokter menggunakan alat berupa sensor khusus yang ditempelkan pada jari.
  • Tes darah.
  • Rontgen dada, untuk mendeteksi kondisi yang menyebabkan timbulnya batuk.
  • Tes fungsi paru. Tes ini menggunakan alat berupa tabung/selang yang disebut spirometer. Dalam prosesnya, dokter akan mengistruksikan pasien untuk menghirup dan menghembus napas di spirometer. Data yang diterima dan dianalisis spirometer akan menunjukkan fungsi paru pasien.
  • Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan sputum atau dahak. Pasien dianjurkan untuk berdikusi lebih lanjut dengan dokter terkait manfaat dan risiko prosedur diagnosis yang akan digunakan. (4)

Baca: Penyakit Flu (Influenza)

Baca: Kanker Prostat

 

  • Pengobatan


Bronkitis akut dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu, jadi terkadang tidak diperlukan pengobatan untuk bronkitis.

Disarankan untuk minum banyak cairan dan juga banyak istirahat.

Pada beberapa kasus, gejala bronkitis bisa bertahan lebih lama.

Sedangkan gejala bronkitis kronis biasanya akan bertahan setidaknya tiga bulan.

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan bronkitis kronis, tapi ada obat yang bisa digunakan untuk meredakan gejala yang muncul.

Sebaiknya hindari merokok atau lingkungan dengan banyak perokok di sekitarnya, sebab kondisi ini bisa memperparah gejala yang muncul jika mengidap bronkitis kronis. (5)

Penanganan bronkitis pada tiap pasien dapat berbeda, tergantung keparahan dan kondisi pasien secara menyeluruh.

Jika bronkitis berlangsung berlarut-larut atau terasa sangat mengganggu, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan atau terapi yang bertujuan untuk meredakan gejala.

Untuk meredakan gejala batuk, obat yang diberikan dapat berupa antitusif atau ekspektoran.

Beberapa obat pereda batuk yang dapat digunakan meliputi:

  • Dextromethorpan
  • Guaifenesin
  • Codeine
  • Noscapine

Sementara itu, untuk meredakan gejala sesak napas, metode penanganannya dapat berupa:

  • Penggunaan bronkodilator.
  • Pemberian kortikosteroid. Obat ini digunakan ketika bronkodilator tidak efektif. Dokter dapat memberikan kortikosteroid dalam bentuk tablet atau dihirup.
  • Rehabilitasi paru. Metode ini mengandalkan komitmen pasien dalam berolahraga, menjaga pola makan, dan melatih pernapasan.

Selain pemberian obat dan terapi khusus, pasien juga dapat melakukan perawatan mandiri di rumah untuk meredakan gejala.

Beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi:

  • Minum air putih sebanyak 8-12 gelas perhari.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menghirup uap air hangat. Hal ini dapat meredakan batuk dan mengencerkan lendir di saluran pernapasan sehingga mudah dibuang.
  • Menghindari asap rokok.
  • Menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah, untuk menghindari paparan zat berbahaya.
  • Menggunakan masker khusus, jika batuk dan sesak napas semakin meningkat ketika terpapar udara dingin. (6)
bronkitis 3
Ilustrasi bronkitis. (www.health.com)

  • Pencegahan


Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena bronkitis, diantaranya adalah:

  • Hindari merokok atau menghirup asap rokok.
  • Menerima vaksin flu dan pneumonia.
  • Menjaga kebersihan dan usahakan untuk selalu mencuci tangan setiap usai beraktivitas.
  • Istirahat yang cukup.
  • Hindari berbagi pakai barang pribadi, terutama peralatan makan dan minum, dengan orang lain.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Menghindari paparan zat berbahaya yang terdapat dalam udara dengan selalu menggunakan masker. (7)

 (TribunnewsWIKI/Widi Hermawan)

Jangan lupa subscribe kanal Youtube TribunnewsWIKI Official



Nama Bronkitis
Kategori Penyakit
   


Sumber :


1. www.halodoc.com
2. www.halodoc.com
3. www.halodoc.com
4. www.alodokter.com
5. www.halodoc.com
6. www.alodokter.com


Penulis: Widi Pradana Riswan Hermawan
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved