Muncul Dugaan Keterlibatan Kombatan Suriah di Pihak Azerbaijan dalam Konflik di Nagorno-Karabakh

Hikmet Hajiyev, Staf Kebijakan Luar Negeri Presiden Azerbaijan menepis adanya dugaan pejuang Suriah di pihak militernya.


zoom-inlihat foto
perdana-menteri-armenia-nikol-pashinyan-23.jpg
Handout / press service of Armenia's government / AFP
FOTO: Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan memberikan pidato parlemen di Yerevan pada 27 September 2020.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muncul laporan yang menyebut bahwa ada dugaan keterlibatan pejuang Suriah di pihak Azerbaijan dalam bentrokan di Nagorno-Karabakh.

Laporan dugaan ini diajukan oleh sebuah lembaga observatori bernama Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertahanan Armenia melakukan pengecekan berkas-berkas laporan, dilansir Reuters, Senin (28/9/2020).

Secara terpisah, pihak Azerbaijan menepis laporan tersebut dan menyebutnya sebagai omong kosong.

Hikmet Hajiyev, Staf Kebijakan Luar Negeri Presiden Azerbaijan menepis adanya dugaan pejuang Suriah di pihak militernya.

Baca: Republik Azerbaijan Umumkan Kondisi Darurat Militer dalam Bentrokan di Nagorno-Karabakh

FOTO: Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan bertemu dengan para pejabat tinggi militer di Yerevan pada 27 September 2020.
FOTO: Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan bertemu dengan para pejabat tinggi militer di Yerevan pada 27 September 2020. (Handout / press service of Armenia's government / AFP)


Baca: Update Konflik Armenia - Azerbaijan di Nagorno-Karabakh: 23 Tentara Tewas, 100 Lebih Warga Terluka

Setidaknya sejumlah tentara dan warga sipil tewas dalam bentrokan di Nagorno-Karabakh, insiden terparah Armenia-Azerbaijan sejak 2016.

Konflik militer keduanya menghadirkan kekhawatiran atas stabilitas di wilayah Kaukasia Selatan, tempat jalur pipa yang membawa minyak bumi dan gas alam ke pasar internasional.

Nagorno-Karabakh, merupakan wilayah otonom yang jadi rebutan Armenia-Azerbaijan.

Wilayah ini sebagian besar dihuni oleh etnis Armenia dan pernah mendeklarasikan kemerdekaan yang diberi nama Republik Artsakh.

Azerbaijan menganggap pemerintahan di Nagorno-Karabakh (di bawah kendali Republik Artsakh) merupakan kelompok separatis/pemberontak.

Sebaliknya, Armenia bersikukuh punya hak melindungi sebagian besar etnisnya yang berada di Nagorno-Karabakh.

Baca: Semakin Memanas, 16 Orang Tewas dalam Bentrokan Armenia - Azerbaijan di Nagorno-Karabakh

FOTO: Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara militer Armenia di Nagoro-Karabakh dan Azerbaijan.
FOTO: Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara militer Armenia di Nagoro-Karabakh dan Azerbaijan. (Handout / Armenian Defence Ministry / AFP)

Baca: 16 Pekerja Tewas di Tambang Batu Bara di Songzao China

Seruan Militer Armenia

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyerukan rakyatnya siaga dan bersiap untuk mempertahankan tanah air mereka.

"Bersiaplah untuk mempertahankan tanah air kita yang diberkati," kata Pashinyan di Facebook.

Pemerintah Armenia akan mempertimbangkan "mobilisasi parsial" dari pasukan cadangan dan mengumumkan darurat militer.

Konsolidasi Militer 

Presiden Republik Artsakh (Nagorno-Karabakh), Araik Harutyunyan mengumumkan wilayahnya dalam kondisi darurat pada sesi pertemuan di daerah kantong perlawanan Stepanakert, Minggu (27/9/2020).

“Saya mengumumkan darurat militer dan mobilisasi semua orang yang bertanggung jawab atas dinas militer dan berusia lebih dari 18 tahun,” kata Harutyunyan sebagaimana dilansir dari AFP.

Baca: Menlu China Wang Yi Dijadwalkan Mengunjungi Jepang Awal Oktober, Ada Apa?

Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara separatis Armenia (Nagoro-Karabakh) dan Azerbaijan.
Tangkapan layar video di situs web resmi Kementerian Pertahanan Armenia pada 27 September 2020, diduga menunjukkan penghancuran tank Azeri dan prajurit selama bentrokan antara separatis Armenia (Nagoro-Karabakh) dan Azerbaijan. (Handout / Armenian Defence Ministry / AFP)

Pengumuman tersebut dilontarkan Harutyunyan setelah pertempuran antara Azerbaijan dan Armenia pecah.

Diberitakan TribunnewsWiki.com sebelumnya, bentrokan militer antara Armenia dan Azerbaijan menelan 23 korban jiwa dan lebih dari 100 warga sipil lainnya terluka.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved