TRIBUNNEWSWIKI.COM - Bentrokan militer Armenia dan Azerbaijan setidaknya menewaskan 16 anggota militer dan sejumlah warga sipil di Nagorno-Karabakh.
Gesekan terberat sejak 2016 ini menghadirkan kekhawatiran baru atas stabilitas di kawasan Kaukasus Selatan.
Diketahui wilayah terjadinya konflik merupakan lokasi pipa penyalur minyak dan gas alam ke pasar internasional.
Jalur pipa gas ini mengirimkan minyak dari Laut Kaspia dan gas alam dari Azerbaijan ke pasar internasional yang melewati dekat area Nagorno-Karabakh.
Nagorno-Karabakh, merupakan sebuah wilayah mandiri yang memisahkan diri dari Azerbaijan melalui konflik saat Uni Soviet runtuh pada 1991.
Baca: Tensi Armenia-Azerbaijan Memanas, Terjadi Bentrok Militer di Perbatasan Nagorno-Karabakh
Di bawah kendali Republik Artsakh, Nagorno-Karabakh menyatakan kehilangan 16 prajurit dan lebih dari 100 warga sipil lainnya setelah pihak militer Azerbaijan melancarkan serangan udara dan artileri darat pada Minggu pagi (27/9/2020) waktu setempat.
Lebih jauh lagi, Azerbaijan juga turut mengumumkan darurat militer dengan menyatakan bahwa serangan pasukannya adalah bentuk balasan atas penembakan pasukan Armenia terhadap lima warga Azerbaijan.
Klaim
Armenia mengklaim tetangganya Azerbaijan telah menyerang wilayah pemukiman sipil di Nagorno-Karabakh, atau yang dikenal sebagai Republik Artsakh.
Melalui otoritas berwenang, serangan terjadi juga di wilayah ibu kota Stepanakert.
Laporan Kementerian Pertahanan Armenia, Minggu (27/9/2020) menyebut berhasil menjatuhkan dua helikopter Azerbaijan dan drone sebagai balasan atas serangan yang terjadi pada dini hari.
Adapun pemerintah Armenia mendesak warga yang tinggal di wilayah sengketa untuk mencari perlindungan di kamp yang disediakan.
"Balasan kami tentu proporsional. Otoritas militer dan politik Azerbaijan harus bertanggung jawab penuh atas hal ini," kata Kementerian Pertahanan Armenia dalam sebuah pernyataan.
Baca: 127 Ribu Pekerja di Victoria Australia Mulai Berangkat ke Kantor Senin Besok
Sebaliknya, Menteri Pertahanan Azerbaijan menyebut bahwa operasi militer memang dilakukan di sepanjang perbatasan.
Di sejumlah area yang tak berpenghuni, banyak ranjau darat ditanam untuk mengantisipasi pergerakan pasukan.
Wilayah ini juga menjadi area pembatas kedua pasukan, lapor sebuah kantor berita di Rusia.
Pihak Azerbaijan membenarkan armada helikopternya jatuh, tetapi mengklaim semua awaknya selamat.
Diketahui di tempat terjadinya bentrokan militer kedua negara pecahan Soviet ini merupakan tanah sengketa yang terletak di wilayah otonom.
Baca: Statistik: Industri China Tumbuh 19,1 %, Laba Rp 1,3 Triliun
Bentrokan keduanya telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
Apa itu Nagorno-Karabakh?