India dan China Sepakat Hentikan Pengiriman Pasukan di Himalaya, Akan Ada Pertemuan Militer

Kedua belah pihak setuju untuk memperkuat komunikasi agar menghindari kesalahpahaman yang bisa memperumit situasi


zoom-inlihat foto
jet-tempur-rafale-milik-angkatan-udara-india-terbang.jpg
MOHD ARHAAN ARCHER / AFP
Sebuah jet tempur Rafale milik Angkatan Udara India terbang di atas Leh, ibu kota bersama dari wilayah federal Ladakah yang berbatasan dengan China, pada 21 September 2020.


Dilansir dari Anadolu, (10/9/2020), ini adalah pertama kalinya mereka saling menggunakan senjata api sejak Oktober 1975.

Saat itu, empat tentara India tewas di perbatasan karena senjata api.

Dalam kesepakatan tahun 1996 antara New Delhi dan Beijing, senjata memang dilarang digunakan dalam konflik perbatasan tersebut.

Baca: China Tuduh Tentara India Lewati Perbatasan, Lepaskan Tembakan Peringatan, dan Ancam Tentara China

Pada pertempuran Juni lalu, kedua pihak menggunakan batu dan benda lainnya yang dipakai sebagai senjata.

Hasilnya, India kehilangan 20 tentaranya karena mereka tewas.

Juru bicara militer China, Kolonel Senior Zhang Shuili, menyatakan pasukan India memberikan ancaman tembakan kepada pasukan China di perbatasan yang datang untuk bernegosiasi.

"Pasukan penjaga perbatasan China terpaksa melakukan tindakan balasan untuk menstabilkan situasi di tempat itu," kata Shuili.

Dikutip dari Zee News, China menuduh India melanggar kesepakatan kedua belah pihak dan membuat keadaan di wilayah perbatasan semakin memanas.

Shuili mendesak pihak India segera menghentikan "permainan berbahaya" ini dan meminta pasukan India kembali ke perbatasan mereka.

Jet tempur Angkatan Udara India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 15 September 2020.
Jet tempur Angkatan Udara India terbang di atas pegunungan di Leh, ibu kota bersama wilayah federal Ladakh yang berbatasan dengan China, pada 15 September 2020. (MOHD ARHAAN ARCHER / AFP)

Baca: Pascabertemu India di Moskow, China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya

China juga meminta India menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan terhadap tentara yang melepaskan tembakan agar insiden tersebut tidak terulang lagi.

Global Times melaporkan insiden tersebut, " Tentara #India secara ilegal kembali melewati garis perbatasan di Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso pada Senin, kata juru bicara Komando Medan perang Barat #PLA.

Kementerian Pertahanan India menanggapinya dengan mengatakan bahwa China terus melakukan tindakan provokatif untuk meningkatkan ketegangan.

Sebelumnya, pada tahun 1993, China dan India bersepakat bahwa kedua belah pihak tidak akan menggunakan atau mengancam menggunakan kekerasan satu sama lain dengan cara apa pun.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved