Dilansir dari Anadolu, (10/9/2020), ini adalah pertama kalinya mereka saling menggunakan senjata api sejak Oktober 1975.
Saat itu, empat tentara India tewas di perbatasan karena senjata api.
Dalam kesepakatan tahun 1996 antara New Delhi dan Beijing, senjata memang dilarang digunakan dalam konflik perbatasan tersebut.
Baca: China Tuduh Tentara India Lewati Perbatasan, Lepaskan Tembakan Peringatan, dan Ancam Tentara China
Pada pertempuran Juni lalu, kedua pihak menggunakan batu dan benda lainnya yang dipakai sebagai senjata.
Hasilnya, India kehilangan 20 tentaranya karena mereka tewas.
Juru bicara militer China, Kolonel Senior Zhang Shuili, menyatakan pasukan India memberikan ancaman tembakan kepada pasukan China di perbatasan yang datang untuk bernegosiasi.
"Pasukan penjaga perbatasan China terpaksa melakukan tindakan balasan untuk menstabilkan situasi di tempat itu," kata Shuili.
Dikutip dari Zee News, China menuduh India melanggar kesepakatan kedua belah pihak dan membuat keadaan di wilayah perbatasan semakin memanas.
Shuili mendesak pihak India segera menghentikan "permainan berbahaya" ini dan meminta pasukan India kembali ke perbatasan mereka.
Baca: Pascabertemu India di Moskow, China Nyatakan Tak Bisa Kehilangan Satu Inci pun Wilayahnya
China juga meminta India menyelidiki masalah ini dan mengambil tindakan terhadap tentara yang melepaskan tembakan agar insiden tersebut tidak terulang lagi.
Global Times melaporkan insiden tersebut, " Tentara #India secara ilegal kembali melewati garis perbatasan di Pegunungan Shenpao dekat tepi selatan Danau Pangong Tso pada Senin, kata juru bicara Komando Medan perang Barat #PLA.
Kementerian Pertahanan India menanggapinya dengan mengatakan bahwa China terus melakukan tindakan provokatif untuk meningkatkan ketegangan.
Sebelumnya, pada tahun 1993, China dan India bersepakat bahwa kedua belah pihak tidak akan menggunakan atau mengancam menggunakan kekerasan satu sama lain dengan cara apa pun.
(Tribunnewswiki/Tyo)