Donald Trump Sebut China 'Melepaskan' Virus Corona, China: Tuduhan Tak Berdasar, demi Tujuan Politik

China mengatakan AS harus menghentikan manipulasi politiknya dan mengakhiri politisasi terhadap pandemi.


zoom-inlihat foto
trumpbiden01.jpg
MANDEL NGAN / AFP
Presiden AS Donald Trump tiba untuk rapat umum kampanye di Bandara Internasional Pittsburgh di Moon Township, Pennsylvania pada 22 September 2020. Pada sidang Majelis Umum PBB, Trump menuduh China "melepaskan" virus corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pada sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan China seharusnya "menghentikan corona di perbatasan."

Trump juga menyebut China harus bertanggung jawab karena telah "melepaskan virus" tersebut.

Oleh karena itu, kata Trump, PBB harus mengambil tindakan terhadap China.

Dikutip dari Xinhua, (23/9/2020), juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, membalas Trump dengan mengatakan tuduhan tersebut tidak berdasar.

Menurut Wang, tuduhan Trump ini dibuat untuk tujuan politik.

"Fakta-fakta sekali lagi telah membuktikan bahwa praktik unilateralisme dan perundungan adalah ancaman paling serius yang dihadapi dunia," kata Wang pada sidang Majelis Umum PBB, Selasa, (22/9/2020).

Baca: Trump Ejek Lagi Biden karena Pakai Masker: Apakah Dia Ingin Menutupi Operasi Plastik di Wajah Tuanya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat meninggalkan kampanye di Toledo Express Airport, Swanton, Ohio, pada 21 September 2020.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat meninggalkan kampanye di Toledo Express Airport, Swanton, Ohio, pada 21 September 2020. (MANDEL NGAN / AFP)

"Kebohongan tidak bisa menggantikan kebenaran. Upaya China dalam merespons Covid-19 terdokumentasi dengan jelas, dan orang-orang akan membuat penilaian yang adil," kata Wang, mengutip laporan China mengenai situasi Covid-19 yang tepat waktu, identifikasi patogen tersebut, usahanya berbagi urutan genom.

Wang mengatakan bahwa setelah mengonfirmasi adanya penularan virus corona manusia ke manusia, China dengan cepat menutup lalu lintas keluar dari Wuhan.

China juga memberlakukan pembatasan paling ketat pada lalu lintas keluar dari wilayah lainnya di Provinsi Hubei.

Jubir itu mengatakan respons China terhadap Covid-19 sudah transparan dan terbuka.

Tuduhan terhadap China, kata Wang, digunakan untuk mengalihkan kesalahan.

Baca: Kematian akibat Covid-19 di AS Tembus 200.000 Jiwa, Donald Trump: Memalukan

Wang menyebut AS harus menghentikan manipulasi politiknya dan mengakhiri politisasi terhadap virus, daripada memfitnah negara lain.

Kematian Tembus 200.000 Jiwa, Trump: Memalukan

Trump mengatakan kematian akibat Covid-19 yang mencapai 200.000 jiwa di AS sebagai hal yang "memalukan".

Trump mengatakannya ketika menjawab pertanyaan dari wartawan mengenai pencapaian AS dalam melawan pandemi Covid-19.

Presiden Donald Trump berbicara pada rapat umum kampanye di Atlantic Aviation pada 22 September 2020 di Moon Township, Pennsylvania.
Presiden Donald Trump berbicara pada rapat umum kampanye di Atlantic Aviation pada 22 September 2020 di Moon Township, Pennsylvania. (Jeff Swensen / Getty Images / AFP)

Ketika berangkat ke acara kampanye pemilihan di Pittsburg, Trump berkata, "Saya pikir jika kita tidak menanganinya dengan tepat dan benar, kalian akan melihat 2,5 juta kematian."

Dilansir dari The Guardian, (23/9/2020), AS saat ini masih menjadi negara dengan angka kematian akibat Covid-19 terbanyak di dunia.

Baca: Donald Trump Kecam China hingga Minta Tanggung Jawab karena Covid-19 Menewaskan 200 Ribu Warganya

Di belakang AS ada Brazil yang jumlah kematiannya berselisih 60.000 dari AS.

Jumlah kematian di AS pada Selasa, (22/9/2020), mencapai 200.768.

Pemerintah AS dikritik karena tidak bertindak lebih cepat dan tegas dalam menghentikan penyebaran virus corona.

Sementara itu, total kasus Covid-19 di AS mencapai hampir 6,9 juta.

Ada kekhawatiran bahwa musim dingin yang segera tiba di AS akan membuat virus menyebar lebih cepat karena masyarakat akan lebih sering di dalam rumah.

Presiden AS Donald Trump berhenti dan menjawab pertanyaan dari wartawan dalam perjalanan ke Marine One di South Lawn Gedung Putih, Selasa (22/9/2020). Trump membantah seluruh tudingan pelecehan seksual Amy Dorris yang dilakukan Trump tahun 1997 silam. (DREW ANGERER/GETTY IMAGES/AFP)
Presiden AS Donald Trump berhenti dan menjawab pertanyaan dari wartawan dalam perjalanan ke Marine One di South Lawn Gedung Putih, Selasa (22/9/2020). Trump membantah seluruh tudingan pelecehan seksual Amy Dorris yang dilakukan Trump tahun 1997 silam. (DREW ANGERER/GETTY IMAGES/AFP) (DREW ANGERER/GETTY IMAGES/AFP)

Trump Nekat Kampanye di dalam Ruangan

Trump menggelar kampanye di dalam ruangan pada Minggu (13/9/2020).

Padahal, Trump telah diingatkan bahwa kerumunan dalam kampanye akan melanggar aturan protokol Covid-19.

Baca: Donald Trump Dapat Kiriman Amplop Beracun, Begini Nasibnya Sekarang

Trump panen kritikan pedas seusai satu kampanye yang diselenggarakan bulan Juni lalu dihubung-hubungkan dengan jumlah lonjakan kenaikan kasus Covid-19 yang melanda negara Paman Sam tersebut.

Kampanye di negara bagian Nevada, tepatnya di Kota Henderson, panen kecaman dari otoritas setempat.

Mereka juga mengutarakan, kartena adanya pandemi acara yang berjumlah dari 50 orang tidak diizinkan. 

Dikutip Tribunnews dari AFP, juru bicara kota Kathleen Richards mengatakan Kota Henderson telah mengeluarkan surat kepatuhan dan peringatan lisan kepada panitia penyelenggara.

"Kota Henderson telah mengeluarkan surat kepatuhan dan peringatan lisan kepada panitia bahwa acara seperti yang direncanakan akan secara langsung melanggar arahan darurat gubernur tentang Covid-19," ujar Kathleen Richards.

Adanya pandemi virus corona membuat kampanye pilipres tahun ini sangat berbeda dari biasanya yang identik dengan banyak kerumunan massa.

Trump dan Joe Biden mempercepat agenda penampilan publik masing-masing karena waktu yang tersisa jelang pemilu kurang dari dua bulan.

Baca: Donald Trump Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Dituduh Raba Punggung hingga Dada Mantan Model

Panitia di kampanye Donald Trump menjelaskan ada pemeriksaan suhu badan dilakukan di pintu masuk kampanye Nevada.

Lantas para peserta kampanye juga diberi masker dan diwajibkan menggunakan masker tersebut.

Direktur komunikasi kampanye Trump, Tim Murtaugh menjelaskan pada wartawan, jika bisa berhabung dengan puluhan ribu masa dalam kerusuhan, maka bisa juga berkumpul dengan damai di bawah Amendemen Pertama untuk mendengar Presiden Amerika Serikat.

(Tribunnewswiki/Tyo/Ika)





Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved