Penelitian itu melibatkan 1 juta orang dari seluruh dunia melaui jajak pendapat singkat selama satu menit.
Di samping itu, ada 50.000 orang dari 50 negara yang ambil bagian dalam wawancara yang lebih mendetail.
PBB juga menggelar lebih dari 1.000 dialog dengan perwakilan dari 82 negara.
Perserikatan itu juga menganalisis media massa dan media sosial di 70 negara.
Baca: Covid-19 Belum Usai, WHO Sudah Ingatkan Dunia Harus Siap Hadapi Pandemi Berikutnya
PBB: Covid-19 Bisa Sebabkan 34 Juta Orang Jatuh ke dalam Jurang Kemiskinan Ekstrem
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dunia, Rabu (13/5/2020).
Diberitakan TribunnewsWiki.com dari VOA, pandemi dapat menyebabkan output ekonomi anjlok hingga 8,5 triliun USD selama dua tahun ke depan.
Akibatnya, lebih dari 34 juta orang akan jatuh dalam jurang kemiskinan ekstrem.
"Kami sekarang menghadapi kenyataan suram dari resesi parah - salah satu yang belum pernah terlihat sejak Depresi Hebat," kata ekonom tingkat atas PBB, Elliott Harris.
Adapun depresi ekonomi yang dimaksud Harris ialah depresi ekonomi global yang dimulai di Amerika Serikat pada tahun 1929 dan tersebar di seluruh dunia selama beberapa tahun.
Dalam laporan tengah tahun berjudul "Situasi dan Prospek Ekonomi Dunia", PBB memperkirakan bahwa ekonomi global akan menyusut sebesar 3,2% pada tahun 2020, serta hanya membuat sedikit rebound tahun depan.
Perdagangan dunia diperkirakan akan turun 15%.
Total kerugian $ 8,5 triliun pada 2020-2021, yang berarti hampir semua keuntungan dalam empat tahun terakhir akan terhapus.
"Krisis kembar (kesehatan dan ekonomi) membuat kebijakan trade-off yang sangat sulit," kata Harris.
Dia menekankan bahwa pemerintah perlu menahan penyebaran pandemi sambil meminimalkan dampak ekonominya.
(Tribunnewswiki/Tyo/Rosi)