Pria Ini Tuntut Starbucks karena Tak Terima Alat Kelaminnya Terbakar Ketumpahan Air Panas

Dakam gugatannya, Piluyev menderita luka bakar parah setelah pegawai memberikannya cup kedua, yang ada pegangan dan penutupnya lalu tumpah.


zoom-inlihat foto
tommy-piluyev-menggugat-starbucks-setelah-penisnya.jpg
DOK TOMMY PILUYEV via MIRROR
Tommy Piluyev menggugat Starbucks setelah penisnya mengalami luka bakar akibat ketumpahan air panas.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pria ini menuntut Starbucks setelah alat kelaminnya mengalami luka bakar akibat ketumpahan air panas.

Kejadian ketumpahan air panas tersebut terjadi saat pria tersebut membeli kopi di Starbucks Roseville pinggiran Sacramento ibu kota negara bagian California.

Ia adalah Tommy Piluyev (24) yang menjadi korban peristiwa naas tersebut.

Piluyev mengatakan, tutup wadah takeaway-nya rusak dan terlepas, lalu minuman panas itu tumpah ke badannya saat dia duduk di mobil dan mengambil pesanannya dari drive-thru.

Dalam gugatannya dia menjelaskan bahwa sangat kesakitan sampai harus berhenti di tempat parkir.

Korban harus melepas celananya yang basah kuyup ketumpahan teh yang panasnya hampir 100 derajat Celcius.

Baca: Fakta Pegawai Starbucks Lecehkan Pelanggan dan Sebar Video: Pelaku Tengah Incar Korban Jadi Kekasih

Dilansir oleh Mirror Jumat (18/9/2020), Piluyev mengklaim hubungan seksnya sekarang jadi "canggung dang menyakitkan" karena "sensitivitas dan perubahan warna kulit permanen dan cacat" di alat kelamin serta paha bagian dalam.

Pengacaranya menunjukkan foto-foto ayah satu anak dari California ini, yang dirawat di rumah sakit karena luka bakar di tangan.

Korban harus menjalani 11 hari perawatan di unit luka bakar dan belajar jalan lagi.

Insiden teh panas itu awalnya terjadi pada Oktober 2018 saat Piluyev berusia 22 tahun.

Setelah dua tahun, istrinya, Liudmila Maftey, mulai berani menggugat Starbucks dan produsen cup Pactiv Packaging.

Gugatan tersebut terkait kelalaian dan tanggung jawab produk.

Piluyev mengklaim dia membeli dua teh madu jeruk mint ukuran grande - satu untuknya dan satu buat istrinya - di drive-thru Starbucks di Roseville pinggiran Sacramento, California.

Menurut gugatan tersebut, Piluyev menderita luka bakar para usai pegawai memberikannya cup kedua, yang ada pegangan dan penutupnya, kepadanya melalui jendela SUV BMW-nya.

Demikian yang dilaporkan surat kabar Sacramento Bee.

Baca: Berniat Bunuh Diri dengan Memanjat Tower 75 Meter, Pria Sukabumi Mau Turun setelah Diimingi Kopi

"Teh panas tumpah di tangan kiri Tuan Piluyev saat diambil. Wadahnya terbalik di ambang jendela dan teh panas tumpah ke tangan, perut, dan area panggul Tuan Piluyev."

"Basah karena teh panas dan tidak bisa membuka pintu untuk keluar karena berada di dekat jendela drive-through, Tuan Piluyev dengan cepat memasukkan persneling SUV dan beranjak dari sana."

"Dia berhenti di tempat parkir di dekatnya, langsung keluar dan melepas celana basahnya."

Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015).
Ilustrasi gerai Starbucks di New York, Amerika Serikat, (8/5/2015). (SHUTTERSTOCK/PIO3)

Gugatan tersebut juga mengatakan Piluyev dibawa ke bagian A&E (Accident & Emergency) rumah sakit, di mana ia menderita "luka bakar sebagian dengan lepuh di perut kiri bawah, paha, penis, skritum, peritoneum, dan bokong."

Istrinya lalu merawatnya di rumah setelah Piluyev dipulangkan.





Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved