Berniat Bunuh Diri dengan Memanjat Tower 75 Meter, Pria Sukabumi Mau Turun setelah Diimingi Kopi

Adapun pria berinisial AR (35), ingin mengakhiri hidupnya lantaran sudah lelah menanggung tagihan utang.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-bunuh-diri-dan-secangkir-kopi-1.jpg
Kolase Foto Unsplash - Simon Zhu @smnzhu dan Mike Kenneally @asthetik
FOTO: Ilustrasi Bunuh Diri dan Secangkir Kopi


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pria mau turun dari niatan bunuh dirinya lantaran ditawari kopi oleh warga yang membujuknya.

Adapun pria berinisial AR (35), ingin mengakhiri hidupnya lantaran sudah lelah menanggung tagihan utang.

Ia adalah warga Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Diduga stres, ia mencoba mengakhiri hidup dengan memanjat tower telekomunikasi agar meloncat kemudian.

Aksi pengusaha wedding organizer membuat geger warga Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Kepala desa setempat, Andi Sukandi, mengatakan, AR mencoba bunuh diri dengan memanjat tower telekomunikasi sekitar pukul 13.00 WIB, Selasa (11/8/2020).

Baca: Karyawan Dunkin Donuts Dipecat dan Ditangkap Gara-gara Ketahuan Ludahi Secangkir Kopi Milik Polisi

Petugas gabungan dan warga saat membujuk AR di Gunungguruh yang coba bunuh diri melompat dari tower, Selasa (11/8/2020)
Petugas gabungan dan warga saat membujuk AR di Gunungguruh yang coba bunuh diri melompat dari tower, Selasa (11/8/2020) (Tribun Jabar / M Rizal Jalaludin)

Ia menyebutkan, AR mencoba bunuh diri karena diduga stres banyak yang menagih utang.

"Iya AR warga kita, dia saudaranya Pak RW, kata rekannya AR mengalami stres karena banyak yang nagih utang, AR ini sangat cepat naik towernya," ujar Andi kepada wartawan.

Beruntung AR berhasil dibujuk oleh warga dan petugas gabungan yang datang ke lokasi tower tempat mencoba bunuh diri.

Baca: Kurangi Minum Kopi Jika Kamu Mengalami 3 Tanda Ini

Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi (RomoloTavani)

Sehingga AR tidak jadi melakukan aksi bunuh diri dengan melompat dari tower yang memiliki ketinggian sekitar 75 meter itu.

"Saat mau melompat dari ketinggian tower itu, warga dan petugas berhasil membujuk dengan mengiming-ngimingi uang, kopi dan rokok," ucapnya.

Di lokasi yang sama, Danposramil Gunungguruh Peltu Erfan Rifai mengatakan, AR diduga mengalami gangguan jiwa sudah sekitar dua bulan.

Baca: Anjing Pelacak Hampiri Warung Kopi Dekat TKP Setelah Endus Pakaian Editor Metro TV Yodi Prabowo

Ilustrasi kopi
Ilustrasi kopi (pixabay.com)

AR diduga mengalami gangguan jiwa karena usaha wedding organizer yang digelutinya sepi orderan.

"Laporan dari warga setempat, AR telah mengalami gangguan jiwa kurang lebih selama dua bulan terakhir. Sebelum depresi, AR mempunyai usaha wedding organizer. Namun, semenjak pandemi Covid 19, usaha yang digelutinya sepi order," ucapnya.

"AR statusnya duda, sudah dua kali melakukan pernikahan. Dari kedua pernikahan tersebut, AR memiliki tiga anak. AR kerjanya selain suka menyewakan alat pesta nikah, juga sering menjadi fotografer untuk prawedding," ujarnya.

Baca: VIRAL, Seorang Anggota Kopassus Gadungan Ditangkap di Kota Bandung, Terciduk di Warung Kopi

Kontak Bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Berikut daftar layanan konseling yang bisa Anda kontak maupun untuk mendapatkan informasi seputar pencegahan bunuh diri:











KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved