TRIBUNNEWSWIKI.COM - Orang super kaya di Amerika Serikat nekat melakukan hal apa saja agar tetap awet muda.
Bahkan mereka berusaha agar tetap bisa hidup meski kematian sudah datang.
Hal tersebut tentunya keinginan mereka lantaran agar tetap hidup dengan bergelimang harta.
Kematian memang tidak ada yang tahu bakal datang kapan.
Banyak orang yang tidak menginginkan datangnya kematian.
Termasuk orang super kaya di Amerika Serikat yang menginginkan tetap hidup.
Hingga akhirnya mereka melakukan banyak cara agar tetap hidup.
Dilansir oleh 24h.com.vn, Minggu (20/9/20), orang super kaya sedang berusaha melakukan upaya semaksimal mungkin untuk menopang kehidupan.
Baca: Korban Mutilasi di Kalibata City Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati
Mereka tak mau mati dan berharap bisa dihidupkan kembali secara ilmiah.
Hal tersebut dilakukannya karena mereka memiliki uang.
Kuncinya adalah uang, beberapa orang super kaya di dunia berusaha memperpanjang hidup mereka lebih dari 70-80 tahun.
Misalnya, Peter Thiel milyader pendiri PayPal dari AS, berinvestasi pada beberapa penelitian medis untuk memperpanjang umur mereka.
Thiel berinvestasi di perusahaan bernama Ambrosia.
Ini adalah salah satu dari tiga perusahaan yang melakukan eksperimen transfusi darah "vampir" untuk membuat orang-orangnya hidup awet muda.
Eksperimen ini memungkinkan, orang-orang lansia akan disuntikkan dengan darah kaum muda.
Menurut pakar ABC Finance, tes transfusi darah ini bernilai hingga 6.000 poundsterling (Rp100 juta), hingga 215.000 pound (Rp4 miliar).
Teknik ini sudah dilakukan uji coba dan bekerja dengan baik pada tikus, tetapi belum menunjukkan hasil positif pada manusia.
Badan pengawas obat dan makanan AS, memperingatkan teknik ini tidak memiliki manfaat klinis yang terbukti, bahkan mungkin berbahaya.
Jika transfusi darah tidak bisa membuat mereka abadi, orang super kaya masih memiliki alternatif lain yaitu membekukan tubuh.
Idenya adalah membekukan tubuh manusia yang hampir mati, supaya bisa dibangkitkan kembali dengan teknologi di masa depan.
Selama bertahun-tahun orang-orang super kaya dunia yang menolak mati, telah membekukan tubuh mereka.
Baca: Amankan Harta di Masa Pandemi, Orang-orang Kaya asal China Berburu Rumah Mewah di Asia Tenggara
Teknik ini dikenal dengan krionik, mereka akan dibekukan tepat pada saat sekarat.
Subyek hidup pertama dibekukan pada tahun 1967, tetapi hingga kini belum ada yang berhasil dihidupkan kembali.
Tubuh mereka dibekukan dan otaknya juga dibekukan, supaya bisa dihidupkan kembali dengan teknologi yang ditemukan di masa depan.
Milyader Thiel dan rekannya Luke Nosek dan pembawa acara Larry King, semuanya telah mengajukan untuk dibekukan ketika mereka sekarat.
Berdasarkan data dari Alcor Life Extension Foundation, pemasok elektronik terkemuka, biaya untuk mengawetkan tubuh nilainya sekitar 152.000 pound (Rp2,8 miliar), dan 61.000 (Rp1,1 miliar)pound untuk membekukan kepala.
Baik pembekuan dan transfusi darah "vampir" dilakukan oleh orang kaya untuk mendapatkan kehidupan abadi, berharap nyawa bisa dibeli dengan uang.
Selain itu, ketika dibekukan kepribadian mereka bisa disimpan di dalam komputer, hal ini telah menjadi fiksi ilmiah selama bertahun-tahun.
Perangkat Neuralink milik Elon Musk, menjanjikan atau melacak semua data di otak manusia.
Dua perusahaan Nectome dan Yayasan Gerakan Terasem, bekerja sama untuk mendapatkan teknologi ini.
Idenya adalah dengan teknik ini mereka bisa menukar tubuh manusia ke komputer atau robot ketika mereka mati, dengan menggunakan kepribadian yang sudah disimpan.
Baca: Tiga Bersaudara Meninggal dalam Setahun, Sempat Khawatir Soal Kutukan, Ternyata Punya Penyakit Ini
(Intisari/Afif Khoirul M)(Tribunnewswiki)
Artikel ini sudah tayang di Intisari dengan judul Bagaikan Nyawa Bisa Dibeli dengan Uang, Inilah Cara Gila Orang-Orang Super Kaya yang Menolak Mati, Suntikkan Hal Ini Agar Awet Muda Hingga Bisa Hidup Lagi Ketika Mati