Amankan Harta di Masa Pandemi, Orang-orang Kaya asal China Berburu Rumah Mewah di Asia Tenggara

Ditengah situasi pandemi virus Corona yang tak menentu, orang-orang kaya di China menyiasati dengan memborong properti demi amankan valuasi harta.


zoom-inlihat foto
orangkaya-cina-berburu-properti.jpg
propertyguru.com.sg
ILUSTRASI. Orang kaya dari China berburu rumah mewah Asia Tenggara hingga Australia selama wabah Corona.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pandemi virus Corona menyebabkan harga saham global terpengaruh dan inflasi pun menjadi sesuatu yang tak terelakkan.

Investasi di bursa saham pun dinilai memiliki resiko tersendiri di masa pandemi global seperti ini, terlebih belum ada kejelasan sampai kapan situasi akibat pengaruh Covid-19 ini akan mereda.

Di negara China, saat ini mulai banyak orang kelas atas yang melakukan aktivitas pembelian rumah-rumah mewah.

Hal itu mereka lakukan demi mengamankan nilai kekayaan mereka terhadap tekanan inflasi dan pelemahan mata uang yuan.

Bahkan, pemburuan rumah mewah tidak hanya dilakukan di dalam negaranya tetapi juga hingga ke luar negeri ke Asia Tenggara.

Banyaknya orang yang menambah aset real estate telah menyebabkan lonjakan harga perumahan mewah di China.

Kota Shanghai.
Kota Shanghai, China. (Instagram @marksshanghai)

Harga segmen atas di empat kota terbesar China naik 1% pada bulan April, dipimpin oleh lompatan terbesar di pusat teknologi Shenzhen.

Sedangkan kehadiran mereka di luar negeri telah membawa dukungan bagi sektor properti yang sedang terpukul oleh pandemi Covid-19, terutama pasar properti Asia.

Baca: Imbas Pandemi: Harta Jack Ma Raib 1,5 Milliar Dollar AS, Posisinya Bukan Lagi Orang Terkaya di China

Baca: Imbas Pandemi, Harta Miliarder Indonesia Ini Merosot: Tekor Triliunan Rupiah hingga Saham Cuma Rp 50

Baca: Para Pesepak Bola yang Dulu Bergelimang Harta, tetapi Kini Bangkrut, dari Ronaldinho sampai Maradona

Melansir laman Kontan.co.id berjudul Orang kaya China berburu rumah mewah ke Singapura hingga Sydney, Black Diamondz adalah salah satu perusahaan Australia yang melayani pembeli real estate mewah dari China telah menjual properti baru senilai sekitar 55 juta dollar AS sejak Maret dimana sekitar separuhnya berasal dari penjualan ke klien asal China yang tinggal di Australia di tengah Covid-19.

Monika Tu, pendiri Black Diamondz mengatakan, penjualan tersebut melonjak 25% dari awal tahun.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved