Bocah 13 Tahun jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama, Dijatuhi Hukuman 10 Tahun Penjara

Omar Farouq (13) dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan penggunaan kata-kata kotor terhadap unsur keagamaan saat bertengkar dengan temannya


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penjara-2.jpg
Tribun Banyumas
Ilustrasi penjara - seorang bocah berusia 13 tahun dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan penistaan agama


Omar Farouq (13) dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan penggunaan kata-kata kotor terhadap unsur keagamaan saat bertengkar dengan temannya

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Badan hak anak UNICEF mengutuk hukuman 10 tahun penjara yang diberikan kepada seorang anak laki-laki berusia 13 tahun karena penistaan ​​agama di Nigeria utara.

Omar Farouq (13) dihukum di pengadilan Syariah di Negara Bagian Kano di barat laut Nigeria setelah dia dituduh menggunakan kata-kata kotor terhadap unsur keagamaan saat terlibat pertengkaran dengan seorang temannya.

Dilansir oleh CNN, Farouq dijatuhi hukuman pada 10 Agustus lalu oleh pengadilan yang sama yang baru-baru ini menghukum mati asisten studio Yahaya Sharif-Aminu karena menghujat Nabi Muhammad, menurut pengacara.

Hukuman yang diberikan kepada Farouq tersebut dianggap telah melanggar Piagam Afrika tentang Hak dan Kesejahteraan Anak dan konstitusi Nigeria, kata penasihatnya Kola Alapinni, yang mengatakan kepada CNN bahwa mereka mengajukan banding atas namanya pada 7 September 2020 lalu.

Alapinni mengatakan, dia maupun pengacara lain yang menangani kasus tersebut belum diberi akses ke Farouq oleh pihak berwenang di Negara Bagian Kano.

Baca: Survei UNICEF: Mayoritas Siswa Indonesia Tak Nyaman Belajar di Rumah, Ingin Belajar di Sekolah Lagi

Dia mengatakan dia mengetahui tentang kasus Farouq secara kebetulan saat menangani kasus Sharif-Aminu, yang dijatuhi hukuman mati karena penodaan agama di Pengadilan Syariah Atas Kano.

"Kami menemukan bahwa mereka dihukum pada hari yang sama, oleh hakim yang sama, di pengadilan yang sama, karena penistaan ​​agama dan kami menemukan tidak ada yang membicarakan Omar, jadi kami harus bergerak cepat untuk mengajukan banding untuknya," kata Alapinni.

"Penistaan ​​tidak diakui oleh hukum Nigeria. Ini tidak sesuai dengan konstitusi Nigeria,” lanjutnya.

Pengacara tersebut mengatakan ibu Farouq telah melarikan diri ke kota tetangga setelah massa turun ke rumah mereka setelah penangkapannya.

"Semua orang di sini takut untuk berbicara dan hidup di bawah ketakutan akan serangan pembalasan," katanya.

Baca: Lempar Al Quran saat Dituduh Laporkan Perjudian, Wanita asal Makassar Jadi Tersangka Penistaan Agama

UNICEF
UNICEF (unicef.org)










KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved