Rabun Senja

Rabun senja merupakan gangguan penyakit yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat di malam hari atau saat sedang berada di tempat gelap.


zoom-inlihat foto
ilustrasi-penyakit-mata.jpg
alodokter.com
Ilustrasi penderita rabun senja.

Rabun senja merupakan gangguan penyakit yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat di malam hari atau saat sedang berada di tempat gelap.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Rabun senja atau yang memiliki nama ilmiah nyctalopia, merupakan gejala gangguan mata yang menyebabkan penderitanya kesulitan melihat di malam hari.

Selain itu, penderita rabun senja juga terasa sangat sulit melihat dalam keadaan gelap.

Rabun senja bukanlah penyakit, melainkan gejala yang disebabkan oleh penyakit tertentu.

Rabun senja dapat disebabkan oleh kekurangan vitamin A atau penyakit lain, seperti katarak, rabun jauh, atau glaukoma.

Untuk memastikan penyebabnya, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh pada mata termasuk untuk melihat kondisi retina. (1)

Rabun senja disebabkan oleh adanya gangguan sel di retina mata yang menyebabkan anda sulit melihat ketika cahaya redup.

Ada banyak penyebabnya seseorang menderita rabun senja, di antaranya yakni: (2)

  • Rabun Jauh
  • Glaukoma
  • Obat glaukoma yang menutup pupil
  • Katarak
  • Diabetes
  • Retinitis pigmentosa
  • Kekurangan vitamin A
  • Keratoconus

Baca: Glaukoma

Baca: Rabun Jauh

  • Gejala


Rabun senja membuat penderitanya kesulitan melihat lingkungan di sekitarnya pada kondisi gelap, baik pada malam hari atau ketika berada di ruangan dengan pencahayaan yang kurang (redup).

Hal ini bisa membuat penderita rabun senja sering menabrak benda-benda di sekitarnya.

Gejala ini akan lebih terasa saat penderitanya berpindah dari ruangan yang terang ke ruangan yang gelap.

Selain itu, rabun senja juga akan menyulitkan penderitanya untuk mengemudi pada malam hari, akibat cahaya yang kurang atau terputus-putus. (3)

  • Diagnosa dan Pencegahan


Mengingat gejala rabun senja tidak jauh berbeda dengan penyakit mata lainnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan keparahan gejala yang dialami.

Misalnya sejak kapan kemunculan gejala, aktivitas yang biasa dilakukan, penggunaan lensa mata, ataupun obat-obatan yang dikonsumsi.

Selain itu, faktor genetika juga akan menjadi pertimbangan saat melakukan diagnosis.

Untuk memastikan kecurigaan bahwa seseorang mengidap rabun senja, dapat dilakukan berbagai pemeriksaan tambahan pada mata, meliputi :

  • Tes warna
  • Tes refraksi mata
  • Pemeriksaan dengan slit lamp
  • Tes refleks pupil terhadap cahaya
  • Pemeriksaan retina
  • Pemeriksaan ketajaman penglihatan
  • Elektroretinogram (ERG)
  • Pemeriksaan lapangan pandang

Selain itu, tes darah juga mungkin akan dilakukan untuk memeriksa kadar glukosa dan vitamin A dalam darah.

Rabun senja dapat dicegah dengan menghindari segala penyakit yang mendasarinya.

Jika ada gangguan penglihatan yang disebabkan rabun jauh, misalnya penggunaan kacamata dapat melindungi seseorang dari rabun senja.

Begitu pula rabun senja yang disebabkan oleh kerusakan retina pada pengidap diabetes.

Kontrol gula darah yang ketat dan pemeriksaan mata secara berkala dapat mencegah terjadinya rabun senja. (4)

Baca: Iridosiklitis

Baca: Trakoma

  • Pengobatan


Pengobatan rabun senja akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya.

Sebagai contoh, jika kondisinya ringan, rabun senja dapat ditangani dengan penggunaan lensa kontak atau kaca mata.

Berikut adalah pengobatan rabun senja berdasarkan penyebabnya:

Kekurangan vitamin A

Dokter akan memberikan suplemen vitamin A dan menyarankan pasien untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin A, seperti hati, kuning telur, minyak ikan, serta sayuran berwarna berwarna kuning, orange, atau merah.

Katarak

Rabun senja yang disebabkan oleh katarak dapat diatasi dengan operasi pengangkatan lensa mata yang keruh (operasi katarak).

Setelahnya dokter akan memasang implan lensa atau menyarankan penderita menggunakan lensa kontak untuk mengatasi penglihatan yang buram.

Glaukoma

Rabun senja akibat glaukoma diobati dengan obat tetes mata yang mengandung prostaglandin, penghambat beta, dan agonis alpha-adrenergic.

Jika diperlukan, operasi juga dapat dilakukan.

Tujuan pengobatannya adalah untuk menurunkan tekanan pada mata, sehingga mengurangi kerusakan jaringan mata.

Rabun senja yang disebabkan oleh faktor genetik umumnya tidak dapat diobati.

Pada kondisi ini, pasien akan disarankan untuk tidak berkendara atau melakukan aktivitas tanpa penerangan cukup, termasuk pada malam hari. (5)

(TribunnewsWiki.com/Restu)



Nama Penyakit Rabun Senja
Jenis Penyakit Penyakit Mata
Gejala atau Ciri Kesulitan melihat saat malam hari/di tempat gelap
   


Sumber :


1. www.alodokter.com
2. www.sehatq.com
3. www.halodoc.com


Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved