Pelanggar Protokol Kesehatan di Sumbar Kini Bisa Dikenai Hukuman Kurungan Maksimal Satu Bulan

Pemerintah Daerah Sumatera Barat sahkan perda baru, kini pelanggar protokol kesehatan bisa dikenai sanksi kurungan penjara.


zoom-inlihat foto
pemda-sumbar-sahkan-perda-protokol-kesehatan-baru.jpg
Kompas.com/Perdana Putra
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani nota Perda Adaptasi Kebiasaan baru, Jumat (11/9/2020) di ruang rapat DPRD Sumbar.


"Dua minggu lebih kita proses dari Ranperda hingga disahkan jadi Perda," kata Supardi.

Ketua Pansus Ranperda Adaptasi Kebiasaan Baru Hidayat mengatakan, meskipun diproses secara cepat, namun Perda tetap saja mengakomodasi masukan dari berbagai pihak, termasuk dari daerah seperti Mentawai.

"Dalam dua pekan ini kita bekerja membahas Perda ini pagi, siang dan malam. Mendengarkan masukan-masuk dari berbagai mitra kerja pembahasan. Mulai dari aparat pemerintah, Satpol PP, kepolisian, kaum adat dan ulama dan kalangan media serta ahli virus dan epidemologi,” kata Hidayat.

Sanksi kurungan Menurut Hidayat dari hasil pembahasan, terdapat beberapa perubahan.

"Kalau semula dalam draf yang diajukan eksekutif ada 87 pasal. Dari hasil pembahasan bertambah menjadi 117 pasal dalam 10 Bab," kata Hidayat.

Terkait dengan adanya sanksi yang diberikan diatur dalam Bab IX dengan judul ketentuan pidana.

pemda sumbar sahkan perda protokol kesehatan baru
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menandatangani nota Perda Adaptasi Kebiasaan baru, Jumat (11/9/2020) di ruang rapat DPRD Sumbar.

Hidayat menyebutkan, di Pasal 106 diatur bahwa orang yang tidak menggunakan masker diancam pidana kurungan selama dua hari atau denda Rp 250.000.

Sementara untuk penanggungjawab instansi atau lainnya yang melanggar protokol kesehatan diancam pidana kurungan maksimal satu bulan atau denda Rp 15 juta.

"Sanksi pidana akan diberikan apabila pelanggar tidak menjalankan sanksi administrasi atau telah melakukan pelanggaran lebih dari satu kali," kata Hidayat.

Sebagai efek jera





Halaman
123
Penulis: Restu Wahyuning Asih
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved