Hari Ini dalam Sejarah 10 September 1897: Pertama Kalinya Pengemudi Mobil Didenda karena Mabuk

Tepat 123 tahun yang lalu, seorang pria Inggris didenda karena mengemudi dalam keadaan mabuk


zoom-inlihat foto
ilustrasi-pengemudi-mobil-mabuk.jpg
Warta Kota
Ilustrasi pengemudi mobil mabuk. George Smith menjadi orang pertama yang didenda karena mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk

Tepat 123 tahun yang lalu, seorang pria Inggris didenda karena mengemudi dalam keadaan mabuk




  • Informasi awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - George Smith, seorang pengemudi taksi di Inggris, didenda pada 10 September 1897.

Pria berumur 25 tahun itu menjadi orang pertama yang didenda karena mengemudikan mobil dalam keadaan mabuk.

Denda sebesar 20 shilling dibacakan kepadanya di Marlborough Street Police Court, London.

George Smith ditangkap polisi setelah mobil yang dikemudikannya mengalami kecelakaan di 165 New Bond Street.

Dia akhirnya mengaku telah meminum dua atau tiga gelas bir dan meminta maaf.[1]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 9 September 1976: Pendiri Republik Rakyat Tiongkok Mao Zedong Meninggal

  • Kronologi


Seorang polisi bernama Russell, 247 C, mengatakan dirinya pada Jumat pukul 00.45 melihat George Smith mengemudikan taksi listrik di Bond-street.

Tiba-tiba, Smith membelokkan mobilnya dari satu sisi jalan ke sisi lainnya.

Mobil itu masuk ke trotoar di 165 Newbond-street dan kemudian merusak pipa air.

Saksi mata menemukan Smith dalam keadaan mabuk dan membawanya ke kantor polisi di Vine-street.

Namun, Smith menyangkal dirinya mabuk dan dokter dikirim untuk memeriksanya.

Dokter tersebut menyatakan Smith mabuk.

Smith bertanya kepada polisi mengenai kecepatanya saat mengendarai mobil.

Polisi menyatakan sekitar delapan mil per jam.

Namun, Smith kemudian mengatakan dirinya saat itu sedang melewati jalan menanjak dan tidak bisa melaju enam mil per jam.

Dia juga mengatakan mobil seperti yang dikendarainya hanya bisa melaju maksimal delapan mil per jam.

Sayangnya pembelaan Smith tidak berhasil karena dia dituntut karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

Smith mengakui dirinya telah meminum dua atau tiga gelas bir.

Dia didenda sebesar 20 shilling dan menjadi orang pertama yang didenda karena mabuk saat mengemudi.[2]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Patung David Mahakarya Michelangelo Diperlihatkan kepada Masyarakat

  • Alat pengetes


Di Amerika Serikat, undang-undang pertama yang melarang orang mabuk mengoperasikan kendaraan bermotor diterapkan di New York pada tahun 1910.

Pada tahun 1939, Seorang profesor biokimia dan toksikologi bernama Rolla Hargaer mematenkan Drunkometer.

Drunkometer adalah alat yang bentuknya mirip balon dan bisa digunakan untuk menentukan apakah seseorang mabuk atau tidak.

Untuk menggunakannya, orang yang dites hanya perlu menghembuskan napasnya di alat tersebut.

Pada tahun 1953, ditemukan alat bernama Breathalyzer yang berfungsi seperti Drunkometer.

Namun, alat ini lebih mudah digunakan dan lebih akurat.

Seseorang hanya perlu menghembuskan napasnya dan alat itu akan mengukur perbandingan jumlah uap alkohol di napas.

Dengan demikian, kadar alkohol di dalam darah mudah ditentukan.[3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah 5 September: Rusia Mengenakan Pajak Jenggot kepada para Pria, Apa Alasannya?

  • Kesadaran meningkat


Namun, kesadaran akan bahaya mengemudi dalam keadaan mabuk baru meningkat pada awal tahun 1980-an.

Seorang warga California mendirikan Mothers Against Drunk Driving atau MADD setelah anak perempuannya yang berumur 13 tahun tewas ditabrak pengemudi mabuk.

Lighner dan MADD berperang penting dalam mendorong keluarnya undang-undang yang memberatkan hukuman para pengemudi mabuk.

Terlepas dari adanya hukuman dan kampanye kesadaran masyarakat, mabuk saat mengemudi masih menjadi masalah serius di Amerika Serikat.

Tiap tahun ada sekitar kasus kematian yang terkait kecelakaan akibat pengaruh alkohol.[4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Eugene Lefebvre Jadi Pilot Pertama yang Tewas karena Kecelakaan Pesawat

(Tribunnewswiki/Tyo)



Peristiwa Pertama kalinya pengemudi mabuk didenda
Pada 10 September 1897
   








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved