Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Diprediksi Minus 2 Persen, Berikut Ini Penyebab Resesi di Indonesia

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan mengalami minus 2 persen pada kuartal-III 2020 dan mengakibatkan resesi.


zoom-inlihat foto
pasar-jakarta.jpg
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga berbelanja kebutuhan lebaran di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020). Daya beli/konsumsi masyarakat yang turun disebut membuat ancaman resesi di Indonesia menguat pada kuartal-III 2020.


"Apakah dengan demikian kita menyerah? Kita tidak harus menyerah begitu saja," pungkasnya.

Jika pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal III 2020 masih terkontraksi, Indonesia artinya resmi memasuki jurang resesi.

Secara teknikal, resesi bisa diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang berturut-turut mencatatkan minus selama 2 kuartal.

Sebelumnya di kuartal II 2020, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi terkontraksi -5,32 persen.

Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen.

Kontraksi ekonomi itu lebih tinggi dari proyeksi pemerintah.

Resesi akan berdampak luas, mengingat penumbuhan kembali sektor-sektor usaha yang sudah kolaps tidak semudah membalikkan tangan.

Apa yang bisa dilakukan ketika resesi ?

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati mengonfirmasi kalau perekonomian Indonesia akan bersiap masuk jurang resesi pada kuartal III-2020.

"Di kuartal III 2020, ekonomi kita masih mengalami negative growth, bahkan di kuartal IV 2020 masih dalam zona sedikit di bawah netral," ujar Sri Mulyani pada Kamis (3/9/2020) lalu.

Sebagai catatan sejara, Indonesia sendiri pernah mengalami resesi ekonomi, yakni pada tahun 1998.

Jika sebagian besar generasi muda seperti milenial dan gen Z masih usia anak-anak ketika Indonesia mengalami resesi, kali ini sebagian besar generasi milenial dan gen z bersiap untuk merasakan secara langsung apa itu resesi ekonomi.

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika memberikan keterangan kepada media melalui video conference di Jakarta, Selasa (24/3/2020). (KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA)

Terlebih, generasi milenial dan gen z saat ini sebagian sudah masuk ke usia produktif dan tentu akan merasaka langsung efek domino perekonomian akibat dampak dari resesi.

Lalu, apa tips yang bisa dilakukan bagi generasi muda jika suatu saat Indonesia memasuki resesi?

Mengutip dari Kontan.co.id, berikut Tribunnewswiki.com sajikan beberapa tips bagi Anda dan juga bisa diterapkan oleh generasi muda jika Indonesia nantinya akan melewati resesi ekonomi:

1. Siapkan dana darurat 

Jika saat ini Anda berada dalam posisi di mana Anda masih memiliki pendapatan dan menabung, maka ini adalah saat yang tepat untuk mulai berpikir tentang dana darurat.

Anda bisa memasukkan kelebihan uang tunai ke dalam rekening tabungan yang mudah diakses, tanpa denda atau potensi kehilangan uang berupa bunga.

Besaran dana darurat harus sekitar tiga sampai enam bulan untuk pendapatan.

Jika Anda sudah memilikinya, lihat apakah Anda bisa membuatnya menjadi 12 bulan.





Halaman
123
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved