Dari Griezmann, Coutinho hingga Dybala: Ini Alasan Lionel Messi Bikin Karier Bintang Lain Redup

Sosok Lionel Messi memang merupakan salah satu pemain terbaik dunia yang pernah ada. Namun, keberadaannya dinilai beberapa kali merusak pemain lain.


zoom-inlihat foto
messi-dissapointment.jpg
AFP/Luis Gene
Ekspresi kekecewaan Lionel Messi, dalam laga Barcelona vs Osasuna di Stadion Camp Nou, Kamis (16/7/2020) waktu setempat pada laga pekan 37 Liga Spanyol.


"Tidak apa-apa semuanya tentang Messi ketika dia berusia 25, 26, 27, tetapi pada usia 33 tahun, dia bukan lagi pembangkit tenaga listrik seperti dulu."

"Jadi, meminta semua pemain Anda untuk patuh kepada Messi bukan merupakan sesuatu yang benar untuk dilakukan," ucap Barnes lagi.

Antoine Griezmann dalam sebuah sesi latihan Barcelona.
Antoine Griezmann dalam sebuah sesi latihan Barcelona. (Tribunnews.com)

Atnoine Griezmann pindah dari Atletico Madrid ke Barcelona pada 14 Juli 2019.

Bukannya semakin tampil bagus, pemain Timnas Prancis itu justru langsung mengalami kemerosotan performa

Pada musim 2018-2019, Griezmann mampu mencetak 15 gol dan 8 assist dalam 37 pertandingan Liga Spanyol untuk Atletico Madrid.

Namun, pada Liga Spanyol 2019-2020, seorang penyerang dengan reputasi seperti Griezmann hanya menciptakan 9 gol dan 4 assist dari 35 laga.

Hal serupa juga dialami Philippe Coutinho hingga akhirnya dipinjamkan ke Bayern Muenchen pada musim 2019-2020.

Setelah pindah dari Liverpool, Coutinho hanya sanggup mengukir 8 gol dan 5 assist dari 18 pertandingan pertamanya di Liga Spanyol bareng Barcelona pada 2017-2018.

Hal yang sama juga terjadi pada Zlatan Ibrahimovic, Arda Turan di Barcelona hingg Paulo Dybala di Timnas Argentina, dengan alasan harus berbagi pengaruh ke tim hingga gaya main yang mirip dengan Messi.

Nama-nama tersebut tidak mampu menyatu dengan Lionel Messi.

Mereka tak bisa menyesuaikan diri sepenuhnya dengan gaya dan keinginan Messi sehingga ketika satu tim dengan La Pulga, mereka tidak bisa menampilkan performa terbaik.

John Barnes pun melihat potensi Lionel Messi akan mematikan Kevin De Bruyne apabila dia jadi bergabung dengan Manchester City.

Terlebih, saat ini De Bruyne sedang dalam puncak performa dan Messi di masa-masa senja kariernya.

"Messi akan mendominasi Kevin De Bruyne sehingga kita mungkin tidak akan melihat kemampuan lebih dari Kevin De Bruyne," tutur Barnes menambahkan.

Status kapten Messi dicopot

Ribut-ribut jelang musim 2020-21 antara kubu Lionel Messi dan manajemen Barcelona pimpinan Presiden Josep Maria Bartomeu berpuncak pada interpretasi kontrak sang kapten.

Pihak Messi menilai, klausul pelepasan 700 juta euro yang melekat pada pemain kelahiran Rosario, Argentina itu tak berlaku pada jeda musim ini.

Sedangkan Barcelona tetap bersikeras tak ada perubahan, mengingat di kontrak tertulis batas kadaluwarsa adalah Juni, bukan Agustus 2020.

Baca: Dikabarkan Mulai Menyerah dengan Barcelona, Mengapa Saga Transfer Lionel Messi Berujung Antiklimaks?

Baca: Rapat Alot 2 Jam Agen Lionel Messi dan Presiden Bartomeu, Seperti Ini Hasilnya

Sontak saja, friksi Messi vs manajemen Barcelona membuat dinamika di dalam tim mengalami pergeseran.

Sebelumnya, manajemen Barcelona via pelatih baru, Ronald Koeman sudah menegur Messi bahwa sang kapten harus bekerja lebih keras dan akan kehilangan hak-hak istimewa untuk musim 2020-21.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved