Dikabarkan Mulai Menyerah dengan Barcelona, Mengapa Saga Transfer Lionel Messi Berujung Antiklimaks?

Setelah kiriman faks pengunduran diri dan Barcelona pasang Ronald Koeman untuk mengusirnya dari tim, saga transfer Lionel Messi berujung antiklimaks?


zoom-inlihat foto
messi-rajelas.jpg
AFP/Josep Lago
Lionel Messi. Perselisihan penafsiran isi kontraknya dengan Barcelona di musim panas 2020 masih belum terselesaikan.


Josep Maria Bartomeu cs tetap berpegang teguh pada kontrak yang menyebutkan pemain berjuluk La Pulga itu tak bisa dilepas secara bebas karena baru mengajukan pemberitahuan pada Agustus.

Klub berjuluk Los Cules itu menilai batas akhir pengajuan pindah itu tetap sesuai kontrak awal, pada bulan Juni atau ketika musim 2019-20 berakhir normal seperti biasa tanpa memandang efek pandemi Covid-19 yang memundurkan jadwal Liga Spanyol.

Lionel Messi. Kepindahannya mendapat hadangan berat setelah otoritas Liga Spanyol mendukung pihak Barcelona terkait interpretasi klausul kontraknya.
Lionel Messi. Kepindahannya mendapat hadangan berat setelah otoritas Liga Spanyol mendukung pihak Barcelona terkait interpretasi klausul kontraknya. (Kolase AFP dan LaLiga)

Selain itu, kepergian Messi dari Barcelona bisa terhalang karena mustahil ada klub yang mampu membayar sebesar itu.

Kalau ada pun, klub tersebut tentu akan berususan dengan UEFA terkait aturan Financial Fair Play.

Melansir pemberitaan Daily Mirror, hanya ada satu cara yang mungkin bisa diambil Messi.

Cara tersebut adalah dengan menempuh jalur hukum dan mengajukan banding kepada Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Akan tetapi, langkah pemain 33 tahun itu untuk bertarung di ranah hukum tentu akan cukup sulit.

Pasalnya, bukan hanya Barcelona yang kemungkinan akan berat melepaskan Messi.

 

LaLiga, sebagai penyelenggara Liga Spanyol, pun pasti akan berusaha sebisa mungkin agar Messi tidak hengkang dari Liga Spanyol.

LaLiga menyatakan bahwa mereka "berada" di pihak Barcelona.

Secara tidak langsung, kepergian Lionel Messi tak hanya akan berdampak drastis bagi Barcelona, namun juga untuk Liga Spanyol dan sepak bola negeri matador itu secara luas.

Keberadaan Messi di Liga Spanyol setidaknya akan membuat suporter atau pecinta sepak bola tetap menyimpan satu dari jutaan alasan untuk tetap mengikuti atau menonton Liga Spanyol.

Dengan popularitas sebagai salah satu pemain terbaik di dunia, keberadaan Lionel Messi adalah magnet besar bagi pecinta sepak bola, entah yang datang langsung ke stadion atau menyaksikan laga di siaran televisi.

Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. (AFP)

Tindakan LaLiga yang menegaskan bahwa Barcelona adalah pemilik sah Lionel Messi dan klub-klub lain harus menghormati isi kontrak jika ingin membeli sang bintang merupakan upaya pamungkas menjaga agar Liga Spanyol tetap memiliki peminat luas.

Kepergian Cristiano Ronaldo pada 2018 tak ingin kembali menjadi blunder kedua LaLiga.

Rivalitas Ronaldo vs Messi dalam balutan Real Madrid vs Barcelona atau El Clasico telah sukses menjaga pamor Liga Spanyol dalam kurun satu dekade terakhir untuk tetap relevan, ditengah semakin raksasanya Liga Inggris dari hari ke hari.

Kepergian Ronaldo ke Juventus pun melenyapkan setengah api di Liga Spanyol dan sukses membuat Juventus serta Liga Italia untuk kembali semakin dibicarakan setelah kedatangan superstar tersebut.

Saat ini, LaLiga sedang aktif membuka pasarnya untuk penonton di Asia dan Amerika Serikat.

Kehilangan Messi, yang merupakan salah satu magnet terbesarnya pasca kehilangan Ronaldo dua tahun lalu, tentu merupakan langkah mundur bagi eksposur Liga Spanyol yang sedang bersaing dengan Liga Inggris dan Liga Italia dalam menjaring fans di luar benua Eropa.

Selain itu, Messi juga bisa saja terancam sanksi dari FIFA, jika benar-benar pergi dari Barcelona.





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved