Akan tetapi, sebenarnya Martin Braithwaite memang pernah akrab dengan nomor punggung 10 dalam karier sebagai pesepak bola.
Ketika memperkuat Middlesbrough, klubnya sebelum ke Leganes, Martin Braithwaite dipercaya mengenakan kostum bernomor 10.
Namun, nomor kostum 10 tak berpengaruh banyak bagi produktivitas Braithwaite.
Terbukti, Braithwaite cuma membukukan tiga gol dari 17 penampilan untuk Middlesbrough di Championship alias kompetisi kasta kedua Liga Inggris musim 2018-2019.
Menariknya, Lionel Messi sama seperti Martin Braithwaite karena sempat menggunakan nomor punggung 19 di Barcelona.
Messi akhirnya resmi memakai nomor 10 di Barcelona usai Ronaldinho hengkang pada musim 2008-2009.
Martin Braithwaite dibeli Barcelona dari Leganes pada 20 Februari 2020.
Barcelona mengeluarkan dana 18 juta euro (sekitar Rp 312 miliar) untuk merekrut Braithwaite.
Sosok kelahiran Esbjerg, Denmark, 29 tahun silam ini memiliki kontrak di Barcelona hingga 30 Juni 2024.
Selama berseragam Barcelona, Martin Braithwaite telah diturunkan dalam 11 pertandingan.
Braithwaite hanya pernah merumput bareng Barcelona di Liga Spanyol.
Secara keseluruhan, Braithwaite mencicipi 403 menit di atas lapangan.
Martin Braithwaite empat kali beraksi sebagai pemain inti dan tujuh kali merumput dari bangku cadangan.
Baca: Tak Dibela Otoritas Liga Spanyol, Lionel Messi Makin Kisut: Beranikah Seret Barcelona ke Pengadilan?
Baca: 2 Ucapan Ronald Koeman Ini Diduga Jadi Alasan Lionel Messi Marah, Makin Ingin Pindah dari Barcelona
Braithwaite sejauh ini baru mengukir satu gol untuk Barcelona.
Satu-satunya gol Braithwaite muncul ketika Barcelona mengempaskan RCD Mallorca 4-0 di Stadion Son Moix, 13 Juni 2020 lalu.
Martin Braithwaite menciptakan gol pada menit ke-37 usai menerima operan Lionel Messi.
Peluang Messi jika ingin tetap pindah: pengadilan
Saga peperangan antara Lionel Messi dan manajemen Barcelona mulai menuju titik klimaks.
Peperangan diawali oleh kepindahan Neymar ke Paris Saint-Germain pada 2017, pemecatan Valverde hingga hasil buruk musim 2019-20.
Lionel Messi dan beberapa pemain senior menganggap manajemen Barcelona tidak kompeten memenuhi keinginan mereka mulai dari pemilihan pelatih hingga perekrutan pemain.