Menyoal Kata 'Anjay', KPAI Akui akan Undang Ahli Bahasa Terkait Laporan dari Lutfi Agizal

Komisinoer Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengungkapkan surat aduan Lutfi Agizal terkait dengan kata Anjay sedang diproses.


zoom-inlihat foto
kpai-komen.jpg
Kompas.com/Rindi Nuris Verarosdela
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) merespons surat aduan dari Lutfi Agizal soal kata 'Anjay'.

Komnas PA menilai penggunaan kata tersebut bisa berpotensi bullying dan bisa dipidana.

Sementara itu, Komisinoer Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengungkapkan surat aduan Lutfi sedang diproses terkait dengan aduan kata 'Anjay'.

Jika diperlukan, KPAI akan undang ahli bahasa.

Hal tersebut diungkapkan Retno Listyarti pada Minggu (30/8/2020).

"Surat yang viral itu, dilaporkan oleh Lutfi Agizal, dan bukan dibuat oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI. Karena KPAI masih berproses menangani persoalan yang diadukan ini," kata Retno.

Ia menjelaskan saat ini masyarakat dan warganet di media sosial banyak yang belum memahami perbedaan antara KPAI dengan Komnas PA.

"KPAI adalah lembaga negara yang didirikan atas dasar UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Kami bukan LSM atau lembaga non pemerintah, tetapi lembaga negara," kata Retno.

Baca: Takut Ada Dampak Psikologis, KPAI Minta Warganet Berhenti Komentari Video Viral Mirip Zara

Baca: Tak Lolos PPDB karena Umur, Komnas PA Sebut Ada Anak Sakit kemudian Meninggal Akibat Stress

Sebagai Lembaga Negara, katanya KPAI dalam menyikapi dan memproses suatu kasus, menjunjung kehati-hatian dan tidak akan terburu-buru.

"KPAI perlu mempelajari kasus yang dilaporkan terlebih dahulu. Bahkan jika diperlukan, KPAI akan meminta pendapat atau mengundang ahli Bahasa," kata Retno.

Namun secara prinsip, menurut Retno, KPAI khawatir akan dampak yang didapat oleh anak dari konten-konten negatif di internet dan media sosial.

"Oleh karena itu, perlu ditegaskan bahwa pernyataan yang viral itu dibuat Komnas PA bukan pernyataan pernyataan KPAI. Dalam kasus yang diadukan Lutfi Agizal, KPAI belum memutuskan apapun, belum menyimpulkan apapun, bahkan baru akan dibicarakan pada Senin 31 Agustus besok, dalam rapat pleno komisioner," papar Retno.

Retno menjelaskan, Lutfi Agizal sendiri baru melaporkan ke KPAI mengenai kata 'Anjay' pada Jumat (28/8/2020) pukul 10.00 WIB.

"Awalnya dia kontak langsung ke handphone saya. Lalu saya arahkan untuk melaporkan resmi ke pengaduan online KPAI dan yang bersangkutan langsung membuat pengaduan," ujar Retno.

Sampai saat ini, kasus aduan dari Lutfi tersebut sedang diproses oleh analis pengaduan dan asisten bidang siber KPAI.

Oleh sebab itu KPAI belum dapat memberikan penjelasan dalam kasus kata 'Anjay'.

"KPAI belum membicarakan kasus ini juga dalam rapat pleno Komisioner," tambahnya.

Rapat pleno Komisioner, kata Retno biasanya dilakukan KPAI, setiap hari Senin.

Baca: Soal Rencana Belajar Tatap Muka di Sekolah, KPAI: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Coba-coba

Baca: Puluhan Pelajar Diduga Pesta Seks di Hotel, KPAI: Penyaluran Tumbuh Kembang Anak Harus Diperhatikan

Oleh karena itu, menurut Retno, KPAI belum sama sekali memutuskan dan menyimpulkan apapun terkait kasus kata Anjay yang dilaporkan Lutfi.

"Termasuk permintaan Lutfi untuk menjadikan KPAI sebagai narasumber dalam Channel YouTubenya. Kami baru akan bicarakan dalam pleno, Senin (31/8/2020) besok," ujar Retno.





ARTIKEL REKOMENDASI



KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2023 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved