TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sekolah tatap muka belum kunjung dilakukan di tengah pandemi Covid-19.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah melakukan pegawasan langsung ke beberapa sekolah jenjang SD, SMP, SMA/SMK pada Juni 2020 lalu.
Berdasarkan pengawasan tersebut, dari 15 sekolah hanya 1 sekolah yang telah siap secara infrastruktur menghadapi kenormalan baru atau new normal.
Sementara, lima sekolah lain baru menyiapkan infrastruktur seperti wastafel.
Di samping itu, sembilan sekolah lagi belum menyiapkan apa pun kecuali sabun cuci tangan di wastafel.
Menurut Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, KPAI juga melakukan survei kepada para guru di berbagai daerah.
"Survei menyasar ke para guru bertujuan untuk mengetahui seberapa sekolah siap menghadapi kenormalan baru," kata Retno Listyarti, Selasa (28/7/2020).
Survei itu diikuti 6.664 guru dari sekolah berbeda. Satu sekolah diwakili satu guru.
"Hasil sementara survei, hanya sekitar 20 persen sekolah yang siap menghadapi kenormalan baru dari infrastruktur yang sudah disiapkan saat ini," kata Retno.
Dari hasil survei ini, menurut Retno, Kemendikbud seharusnya menjadi motor penggerak dalam mempersiapkan kenormalan baru di pendidikan.
Misalnya, melakukan persiapan protokol kesehatan dan daftar periksa, kemudian disampaikan ke seluruh Dinas Pendidikan untuk dilakukan rapat koordinasi secara berjenjang.
Baca: Pemerintah Berencana Izinkan Sekolah Tatap Muka di Luar Zona Hijau, Hasil Survei: 80 Persen Setuju
Baca: Kasus Positif Covid-19 Lampaui 100 Ribu, Pemerintah Bakal Buka Sekolah Tatap Muka di Luar Zona Hijau
Mulai dari Kemendikbud dengan kepala dinas pendidikan, kemudian dinas pendidikan melakukan rapat koordinasi dengan sekolah.
Setelah itu, sekolah melakukan rapat koordinasi dengan para guru.
Selanjutnya para wali kelas melakukan sosialisasi kepada seluruh orang tua dan siswa di kelasnya.
“Kami belum melihat ada upaya-upaya semacam itu, lalu bagaimana Kemdikbud (Kemendikbud) hendak membuka sekolah di semua zona yakni hijau, orange, kuning maupun merah, ketika tidak memiliki data apa pun di level sekolah," katanya.
Sementara itu, menurutnya saat ini tidak bisa menggunakan slogan 'merdeka belajar' yang seakan-akan semua daerah sudah siap untuk sekolah tatap muka.
"Kebijakan seharusnya berbasis data, bukan coba-coba. Apalagi ini soal keselamatan dan kesehatan anak-anak Indonesia, untuk anak sebaiknya jangan coba-coba," kata Retno.
Rencana Pemerintah
Sebelumnya, pemerintah berencana akan mengizinkan pelaksanaan belajar tatap muka untuk sekolah yang berada di luar zona hijau Covid-19.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo, Senin (27/7/2020).