Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo Tak Ingin Ikuti Rencana Anies Baswedan untuk Buka Bioskop Kembali

Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo tak ingin mengikuti langkah untuk membuka bioskop di tengah pandemi Covid-19 seperti rencana Anies Baswedan.


zoom-inlihat foto
bioskop-xxi.jpg
Kompas.com
Anies Baswedan akan segera kembali membuka bioskop di DKI Jakarta.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana membuka kembali bioskop di tengah pandemi Covid-19.

Anies Baswedan meminta pengelola bioskop untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Ia kembali menegaskan apabila ditemukan pelanggaran protokol kesehatan, maka ia tidak segan untuk menutup kembali bioskop.

Rencana pembukaan bioskop ini telah didiskusikan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

Menurut Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, pembukaan bioskop ini mampu meningkatkan imunitas masyarakat.

Pasalnya, masyarakat akan merasa bahagia ketika menonton film di bioskop.

Sehingga hal tersebut mampu meningkatkan imunitas tubuh.

"Bahwa bioskop dan cinema memang memiliki karakteristik dan kontribusi penting terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat karena imunitas masyarakat bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental fisik masyarakat juga ditingkatkan," ucap Wiku.

Berbeda halnya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil mengaku enggan mengikuti langkah yang diambil Gubernur DKI Jakarta.

Ia menilai masih terdapat potensi penyebaran Covid-19 melalui pendingin udara yang ada di bioskop.

Baca: Pembukaan Bioskop Bisa Tingkatkan Imunitas, Ahli Epidemiologi Sebut ‘Tak Ada Hubungannya’

Baca: Sejumlah Aturan yang Wajib Dipatuhi Bila Bioskop Kembali Dibuka di Tengah Pandemi Covid-19

"Pada dasarnya kami menghindari potensi di ruang dalam yang tidak bisa menjamin sterilitas. Kan kuncinya itu, kalau AC-nya sentral si virus muter di situ tidak keluar," ujar Emil, sapaan akrabnya, usai menjalani penyuntikan calon vaksin Covid-19 di Puskesmas Garuda, Kota Bandung, Jumat (28/8/2020).

Jika ada jaminan sistem sirlukasi udara lebih baik, maka tak menutup kemungkinan rekomendasi pembukaan bioskop dilakukan.

"Maka perlu ada jaminan sirkulasi udaranya itu lebih baik, maka wacana itu masih mungkin. Per hari ini kami masih belum yakin, jadi belum ada wacana pembukaan dari rekomandasi provinsi pembukaan hiburan malam yang cenderung AC-nya masih sentral termasuk bioskop," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga memberikan saran agar bioskop tak dibuka saat pandemi Covid-19.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar menilai penyebutan Solo zona hitam sengaja disampaikan oleh orang-orang yang tidak suka dengan Solo.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar menilai penyebutan Solo zona hitam sengaja disampaikan oleh orang-orang yang tidak suka dengan Solo. (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

"Untuk Jawa Tengah ya hati-hati dulu, apalagi Kota Semarang, saya menyarankan jangan sekarang," kata Ganjar di Semarang.

Ganjar berharap, pengusaha melakukan inovasi agar keselamatan masyarakat tak dikorbankan.

Ia mencontohkan, salah satunya adalah konsep 'drive in cinema' seperti yang sudah dilakukan di Marina Convention Center (MCC).

Konsep tersebut, kata Ganjar Pranowo, lebih meminimalkan penularan Covid-19 dibanding jika diselenggarakan di dalam ruangan tertutup.

Baca: Rencanakan Buka Kembali Bioskop, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sebut Anies Baswedan Plin-plan

Baca: Sinopsis Desierto, Kisah Pelintas Ilegal yang Akan Masuk ke Amerika, Malam Ini di Bioskop TransTV

"Kalau boleh ya, bioskopnya itu dengan 'drive in', saya pengen justru pengusaha bioskop membuka itu. Jadi, bioskopnya tetap jalan, masyarakat aman," ujar dia.





Halaman
12
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved