TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang guru ngaji, FS (54) melakukan tindak pencabulan pada tiga anak yang merupakan murid-muridnya.
Kapolres Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Arie Ardian mengatakan, FS melakuka aksi pencabulan tesebut pada Minggu (16/8/2020), sekitar pukul 14.30.
Dikutip Tribunnewswiki dari Kompas.com, pelaku berprofesi marbot masjid.
FS juga mengajar tiga anak yang jadi korban pencabulannya.
Mereka adalah RNR (10), FA (9), dan SS (9).
Baca: Ibu Hanya Diam saat Anaknya Dicabuli oleh Suaminya selama 6 Tahun, Alasannya Takut Diceraikan
Baca: Viral Video Ayah Cabuli Anak Tirinya, Nekat Lakukan Hal Bejat Berulang Kali Bermodus Nonton Bokep
Guru cabul ini melakukan aksinya di tengah-tengah kegiatannya mengajar.
FS melakukan aksi cabulnya pada setiap anak yang diajarnya.
FS pun juga sempat mengatakan pada tiga anak kecil yang jadi korbannya itu supaya tak bercerita pada siapa pun tentang hal tersebut pada siapa-siapa karena takut salah paham.
Dia mengatakan hal itu usai melancarkan aksi cabulnya.
"Pelaku bilang 'jangan bilang siapa-siapa soalnya takut salah paham'," ujar Arie Ardian.
FS berdalih ingin melatih pernafasan korban ketika membaca ayat dengan memegang dada dan bagian intim korban.
Arie mengimbuhkan, supaya saat membaca pernapasannya jadi panjang.
"Agar pada saat membaca Qori pernapasannya jadi panjang," kata Arie.
Pihak korban langsung mengambil langkah dengan membuat laporan kejadian tersebut pada Polres Metro Jakarta Timur dengan nomor laporan 1479/VIII/Res.Jt, tanggal 20 Agustus 2020.
Pihak keluarga merasa ternodai atas apa yang sudah FS lakukan pada tiga korban tersebut.
Baca: Perempuan Asisten Rumah Tangga di Sumbar Cabuli Bayi 8 Bulan dengan Botol Parfum
Baca: Beri Iming-iming Uang Rp 2 Ribu, Kakek 70 Tahun Cabuli Anak di Bawah Umur
Ditangkap polisi
Atas perbuatan tak senonohnya itu, FS harus berurusan dengan polisi.
Arie Ardian mengungkapkan, guru ngaji yang melakukan hal yang tak semestinya tersebut sudah diamankan oleh pihaknya.
Pelaku juga tidak melakukan perlawanan pada petugas ketika diamankan.
Bahkan Arie mengatakan, pelaku juga mengakui semua perbuatannya ketika diperiksa.