TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, dikabarkan telah mendelegasikan beberapa tugas kenegaraan pada adik perempuannya, Kim Yo Jong.
Kabar ini dilaporkan agen mata-mata Korea Selatan, yang kemudian dikutip oleh The Guardian.
Dengan demikian, Kim Yo Jong dianggap sebagai 'orang nomor dua' di Korea Utara secara de facto, seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (21/8/2020).
"Intinya adalah bahwa Kim Jong Un masih memegang kekuasaan absolut. Tetapi (kali ini) telah menyerahkan lebih banyak kewenangannya dibandingkan dengan masa lalu," kata Ha Tae-keung, anggota parlemen Korea Selatan yang duduk di komite majelis intelijen nasional.
Pendelegasian tugas tak hanya diberikan pada Kim Yo Jong.
Kim Jong Un juga memberikan wewenang penting pada sejumah pejabat senior lain.
Wewenang yang dimaksud mulai dari ranah ekonomi hingga militer.
Baca: Korea Utara Dilanda Banjir dan Kesulitan Ekonomi, Kim Jong Un Bakal Kumpulkan Anggota Partai Buruh
Ha berspekulasi langkah ini dilakukan karena Kim Jong Un ingin mengurai stressnya.
Memang, stres dikabarkan menjadi satu di antara penyebab menurunnya kesehatan Kim.
Meski dia memberikan wewenang ke beberapa orang, Kim masih menjadi pemimpin absolut di negeri itu.
Bahkan Ha menyebut tak ada tanda-tanda Kim Jong Un bakal digantikan Kim Yo Jong.
Kim Jong Un Cabut Lockdown, Tetap Tak Sudi Terima Bantuan Internasional
Baca: Tak Hanya Beri Ucapan Selamat, Pemimpin Korut Kim Jong Un Puji Indonesia di Hari Ulang Tahun Ke-75
Covid-19 juga menjadi perhatian Korea Utara.
Meski demikian, mereka telah resmi mencabut lockdown kota yang terletak di dekat perbatasan dengan Korea Selatan.
Berminggu-minggu sebelumnya, ribuan orang dikarantina karena muncul kekhawatiran soal virus corona, seperti diberitakan Al Jazeera, Sabtu (14/8/2020).
Kim bersikeras Korea Utara akan menutup perbatasannya dan menolak bantuan dari luar ketika negara itu melakukan kampanye anti-virus korona yang agresif dan membangun kembali ribuan rumah, jalan, dan jembatan yang rusak akibat hujan lebat dan banjir dalam beberapa minggu terakhir.
Kantor KCNA Pyongyang juga mengatakan Kim menggantikan Kim Jae Ryong sebagai perdana menteri, menyusul evaluasi kinerja ekonomi kabinet dan menunjuk Kim Tok Hun sebagai penggantinya.
Selama pertemuan pada hari Kamis, Kim mengatakan sudah jelas setelah tiga minggu melakukan tindakan isolasi dan "verifikasi ilmiah" bahwa situasi virus di Kaesong stabil.
Baca: 60 Persen Warga Korea Utara Alami Krisis Kerawanan Pangan Akibat Pandemi Covid-19 dan Badai Jangmi
Ia menyatakan terima kasih kepada penduduk karena sudah bekerja sama ketika lockdown diberlakukan, lapor KCNA.
Selain itu, Korea Utara juga tengah menghadapi musibah banjir.