- Menteri Kominfo
- Menkes
- Menteri Perindustrian
- Meneg BUMN
- Menteri Agama
- Kepala Bulog
Neta menyampaikan bahwa jumlah menteri yang berasal dari anggota Polri akan bertambah setelah reshuffle.
Begitu pula menteri dari PDI Perjuangan juga akan bertambah.
Baca: 15 Kementerian dan Lembaga Dengan APBN Paling Besar di 2021, KemenPUPR Capai Rp149,81 Triliun
Meski begitu nama baru wajah lama disebut akan muncul dalam reshuffle. Nama-nama yang sebelumnya pernah muncul untuk mengisi posisi menteri menguat kembali.
"Seperti AHY putra mantan Presiden SBY dan mantan Cawapres Prabowo, Sandiaga Uno," jelas Neta.
Pasca pandemi Covid-19 dan new normal akan dijadikan momentum bagi Jokowi untuk mengevaluasi semua kinerja jajaran pemerintahannya.
Sehingga diharapkan setelah Desember 2020 kinerja pemerintah Jokowi jauh lebih baik.
Terutama dalam menata perekonomian maupun keamanan bangsa Indonesia setelah Covid-19.
Neta menambahkan reshuffle akan dilakukan pada akhir bulan Agustus 2020 ini.
Tanggapan istana
Terkait adanya isu reshuffle kabinet Jokowi-Amin ini, pihak istana secara tegas membantahnya.
"Presiden Joko Widodo tidak pernah merencanakan adanya reshuffle kabinet," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, dalam pernyataannya secara visual kepada Kompas TV, Jumat (21/8/2020).
Baca: Ikatan Dokter Anak Indonesia Desak Kemendikbud Pertimbangkan Kembali Aturan Belajar Tatap Muka
Menurutnya, kini semua menteri dalam Kabinet Indonesia Maju sedang bekerja keras untuk menyelesaikan dan menghadapi pandemi Covid-19.
"Baik di bidang kesehatan, jaring pengaman sosial, maupun pemulihan dan transformasi ekonomi. Terima kasih," tutupnya.
(Tribunnewswiki.com, Kontan.co.id)
Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul IPW sampaikan ada reshuffle, menteri ekonomi juga kena geser