TRIBUNNEWSWIKI.COM - Kritikus Kremlin, Navalny, harus berjuang lebih usai dicurigai mengalami keracunan.
Sebuah pesawat ambulans terbang ke Jerman untuk menjemput politisi oposisi Rusia Alexei Navalny.
Navalny berjuang untuk hidup di sebuah rumah sakit di Siberia setelah jatuh sakit karena diduga diracun dalam penerbangan ke Moskow.
Juru bicara Kira Yarmysh mengatakan, Navalny (44) terbang dari Siberia ke ibu kota Rusia pada Kamis setelah perjalanan kerja ke Tomsk.
Pesawatnya yang ditumpangi Navalny terpaksa melakukan pendaratan darurat setelah dia jatuh sakit.
Dikutip Tribunnewswiki dari Aljazeera, dia dalam keadaan koma dan menggunakan ventilator di unit perawatan intensif untuk pasien toksikologi di Rumah Sakit Darurat No 1 di kota Omsk di Siberia, menurut kantor berita negara TASS.
Sebuah pesawat ambulans dengan tim khusus merawat pasien koma dilaporkan telah meninggalkan Jerman pada Jumat pagi untuk menjemput Navalny.
AFP melaporkan pada 04:32 GMT, pesawat sudah lepas landas.
Baca: Vladimir Putin Umumkan Vaksin Covid-19 Buatan Rusia Efektif Kembangkan Imun Tubuh Relawan
Baca: Vladimir Putin Umumkan Perkembangan Vaksin Covid-19, Klaim Rusia Negara Pertama yang Produksi Vaksin
Dalam pernyataan sebelumnya, Cinema for Peace Foundation yang berbasis di Berlin mengatakan pesawat ambulans dikerahkan atas permintaan Pyotr Verzilov dari Pussy Riot dan dilengkapi dengan peralatan medis.
Para pemimpin Jerman dan Prancis telah menyatakan keprihatinan mereka yang mendalam tentang kondisi Navalny dan menawarkan bantuan.
Pada konferensi pers bersama, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan Prancis siap memberikan bantuan sehubungan dengan perawatan, suaka, atau perlindungan Navalny.
Sedangkan Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, politisi oposisi Rusia itu bisa mendapatkan perawatan di kedua negara.
Merkel mengatakan berita itu benar-benar "membuatnya kesal".
"Saya berharap dia bisa pulih dan secara alami apakah itu di Prancis atau Jerman dia bisa menerima dari kami semua bantuan dan dukungan medis yang dibutuhkan," kata Merkel.
Sebelumnya pada hari Kamis, dokter memberikan informasi yang kontradiktif tentang kondisi Navalny, dengan mengatakan bahwa kondisi Navalny telah stabil tetapi juga masih ada ancaman dalam hidupnya dan mereka bekerja untuk menyelamatkannya.
Jubir Yarmysh melalui twitter bercuit tentang Alexei yang diracun saat minum di pagi hari.
"Kami pikir Alexei diracuni dengan sesuatu yang dicampur dalam tehnya. Hanya itu yang dia minum di pagi hari," tulis Yarmysh.
"Dokter mengatakan racun dengan cepat diserap melalui cairan panas." imbuh Yarmysh.
Baca: Muncul Awan Mirip Tsunami di Aceh, BMKG: Bisa Timbulkan Angin Puting Beliung hingga Hujan Es
Yarmysh mengatakan, Navalny telah minum secangkir teh di kafe bandara Tomsk sebelum naik ke pesawatnya.
Kantor berita Interfax mengutip pemilik kafe yang mengatakan mereka sedang memeriksa kamera CCTV untuk mencoba mengetahui apa yang telah terjadi.