Sejarah dan Mitos Malam 1 Suro dalam Tradisi Jawa, Kepercayaan Mistis hingga Dilarang Keluar Rumah

Berikut sejarah dan mitos-mitos yang dipercayai oleh sebagian masyarakat Jawa terkait dengan diperingatinya malam 1 Suro.


zoom-inlihat foto
malam-satu-suro.jpg
TRIBUNJOGJA.COM/Bramasto Adhy
Prosesi mubeng beteng diawali dari komplek Kraton Yogyakarta, Selasa (11/9/2018) yang merupakan bagian dari tradisi perayaan bulan Suro.


Kepercayaan tersebut ternyata terus turun menurun hingga saat ini.

Bahkan sebagian kalangan menganggap bulan Suro, terutama malam 1 Suro punya nilai mistis tersendiri atau cenderung dianggap angker.

Tak sedikit mitos yang beredar di malam 1 suro yang dipercayai tak boleh dilakukan oleh sebagian masyarakat Jawa.

Apa saja mitos di malam 1 suro?

1. Kembalinya arwah leluhur ke rumah

Sebagian masyarakat jawa pada masa lalu lebih sakral lagi dalam menanggapi datangnya pergantian tahun Hijriyah.

Banyak diantara mereka yang meyakini, bahwa di malam satu suro, arwah leluhur yang telah meninggal dunia akan kembali dan mendatangi keluarganya di rumah.

Bukan hanya itu saja, bahkan beberapa orang menambahkan peristiwa lebih seram lagi dimana mereka meyakini jika pada malam satu suro arwah dari orang-orang yang menjadi tumbal pesugihan akan dilepaskan.

Terlebih, ada beberapa orang yang percaya jika arwah-arwah tersebut diberi kebebasan pada malam 1 Suro sebagai hadiah pengabdiannya selama setahun penuh.

Baca: Penuh Makna, Ini Filosofi Baju Adat Timor Tengah Selatan yang Dikenakan Jokowi pada Upacara Bendera

Baca: Deretan Kisah di Balik Puasa 10 Muharram : Nabi Adam Bertobat hingga Yunus Keluar dari Paus

2. Dilarang keluar rumah

Di malam suro, kebanyakan orang dilarang keluar rumah.

Hal ini berkaitan dengan pernyataan nomor 1, yang dipercaya bisa membawa malapetaka atau nasib sial.

Orang mengajarkan anak-anaknya agar tidak keluar rumah agar mereka tidak bernasib sial, lebih baik mendoakan leluhur atau kepada Tuhan YME demi kebaikan sendiri.

Khusus di Solo, kebanyak orang malah banyak yang keluar rumah.

Warga Soloraya (Klaten, Sukoharjo, Boyolali, Karanganyar) lebih ingin menyaksikan kirab budaya, salah satunya Kebo Bule diarak keluar dari keraton Surakarta.

3. Tidak boleh melakukan kegiatan di Malam 1 Suro

Banyak orang disekitar kita menyakini, bahwa banyak melakukan kegiatan saat Malam 1 Suro juga dikaitkan dengan kesialan.

Masyarakat luas yang nekat melakukan tidak meraih hasil yang diinginkan.

Baca: Andong Ethnic Ritual : Mengulas Tradisi Lokal Dusun Sawit di Lereng Gunung Andong

Baca: Inilah 3 Amalan Keliru yang Dilakukan Umat Islam dalam Menyambut 1 Muharram 1442 Hijriyah

Misalnya, memancing saat malam hari.

Apabila nekat, dalam semalam saat mancing, tak akan mendapat ikan satupun.





Halaman
123
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved