Selain itu ditegaskan olehnya bahwa bangsa tersebut harus mendapat pembelaan dan tenaga rakyat yang diperkuat dan dimajukan untuk masa perjuangan kemerdekaan dan seterusnya.
Kemudian ditegaskan kembali bahwa berdirinya bangsa Indonesia berarti terlepasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan.
Pada hari kedua sidang BPUPKI tanggal 29 Mei 1945, dimulai dengan mendengarkan pidato dari para anggota yang datang yaitu seperti: Muhammad Yamin, Margono, Sosroningrat, Wiranatakusuma, Soemitro, Woerjaningrat, Soerjo, Soesanto, Dasaad, Rooseno, dan Aris P.
Pada hari ketiga sidang BPUPKI tanggal 30 Mei 1945, adalah mendengarkan pidato dari Mohammad Hatta, Agus Salim Samsoedin, Wonsonegoro, Soerachman, Abdul Kadir, Soewandi, Abul Rahim, Soekiman dan Soetardjo.
Pada hari keempat sidang BPUPKI tanggal 31 Mei 1945, adalah mendengarkan pidato dari Muhammad Yamin, Sanusi, Soekardjo, Sukarno, dan Hadikoesoemo.
Dalam risalah sidang terbaru diterangkan bahwa pada tanggal ini, Prof Dr Soepomo SH juga ikut berpidato.
Di lain acara mendengarkan pidato, yakni sebelum acara jamuan makan undangan Gunseikan di Hotel Mikayo, Suroso mengangkat Panitia Pernyataan Hari dengan ketua Otto Iskandar Dinata.
Hasil dari perundingan ini akan dibacakan pada tanggal 1 Juni 1945.
Pada hari kelima sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, adalah mendengarkan pidato dari Baswedan, Muzakkir, Sukarno, J. Latuharhary, dan Soekardjo.
Pada tanggal 1 Juni 1945 ini, Soekarno mengeluarkan gagasannya tentang dasar negara Pancasila.
Sidang Kedua BPUPKI: 10 - 17 Juli 1945
Sidang resmi BPUPKI kedua berlangsung pada tanggal 10 sampai 17 Juli 1945 dengan dipimpin ketua BPUPKI, Radjiman Wediodiningrat.
Dalam sidang resmi yang kedua ini, terdapat penambahan anggota baru.
Pada kegiatan ini dibahas mengenai bentuk negara, wilayah negara, kewarganegaraan, rancangan undang-undang dasar, ekonomi dan keuangan, pembelaan negara, pendidikan, dan pengajaran.
Seluruh anggota BPUPKI dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja dan satu panitia Hukum Dasar yang kemudian berubah menjadi Panitia UUD.
Panitia UUD dipimpin langsung oleh Soepomo.
Baca: 17 Agustus - Seri Sejarah Nasional: Republik Indonesia Serikat
Pengurus:
Berikut adalah susunan pengurus BPUPKI:
- Ketua: dr. KRT Radjiman Wediodiningrat
- Wakil Ketua: Ichibangase Yosio
- Wakil Ketua: RP Suroso
Anggota:
- Raden Abikusno Tjokrosoejono
- K. H. Ahmad Sanusi
- K.H. Abdul Halim Majalengka
- Prof. Dr. Asikin Widjajakoesoema
- M. Aris
- Abdul Kadir
- Dr. R. Boentaran Martoatmodjo
- BPH Bintoro
- Ki Hadjar Dewantara
- AM Dassad
- Prof. Dr. PAH Djajadiningrat
- Drs. Moh Hatta
- Ki Bagoes Hadikoesoemo
- Mr. R. Hindromartono
- Mr. Muh. Yamin
- RAA. Soemitro Kolopaking Probonegoro
- Mr. Dr. R. Koesoemah Atmadja
- Mr. J. Latuharhary
- R. Margono Djojohadikoesoemo
- Mr. AA Maramis
- KH. Masjkoer
- KHM Mansoer
- Moenandar
- AK Moezakir
- R. Otto Iskandar Dinata
- Parada Harahap
- BPH Poeroebojo
- R. Abdoelrahim Pratalykrama
- R. Roeslan Wongsokoesoemo
- Prof. Ir. R. Rooseno
- H. Agus Salim
- Dr. Sambsi
- Mr. RM Sartono
- Mr. R. Samsoedin
- Mr. R. Sastromoeljono
- Mr. R. Singgih
- Ir. R. Sukarno
- R. Soediman
- R. Soekardjo Wirjopranoto
- Dr. Soekiman
- Mr. A. Subardjo
- Prof. Mr. Dr. Soepomo
- Ir. RMP Soerahman
- Sutardjo Tjokroadisoerjo Kartohadikoesoemo
- RMTA Soeryo
- Mr. Soesanto
- Mr. Soewandi
- Drs. KRMA Sosrodiningrat
- KHA Wachid Hasjim
- KRMTH Woerjaningrat
- RAA Wiranatakoesoemo
- Mr. KRMT Wongsonagoro
- Ny. Mr. Maria Ulfa Santoso
- Ny. RSS Mangoenpoespito
- Oei Tjong Hauw
- Oei Tiang Tjoei
- Liem Koen Hian
- Mr. Tan Eng Hoa
- PF Dahler
- A. Baswedan
Anggota Tambahan
Berikut adalah anggota tambahan di BPUPKI:
- KH. Abdul Fatah Hasan
- R. Asikin Natanegara
- BKPA Soerjo Hamidjojo
- Ir. M. Pangeran M. Noer
- Mr. M. Besar
- Abdul Kaffar
Masa Reses