Donald Trump Desak ByteDance Lepaskan Semua Saham TikTok di AS, Beri Waktu 90 Hari Buat Angkat Kaki

Presiden AS Donald Trump mendesak ByteDance untuk segera melepaskan kepemilikan TikTok di AS


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-berbicara-dalam-konferensi-pers-di-gedung-putih-11-agustus-2020.jpg
ALEX WONG / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
ILUSTRASI - WASHINGTON, DC - 11 AGUSTUS: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Ruang Briefing Pers James Brady Gedung Putih 11 Agustus 2020 di Washington, DC. Trump membahas virus corona dan beberapa topik lainnya, termasuk pengumuman calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden bahwa ia telah memilih Senator Kamala Harris sebagai cawapresnya dalam pemilihan umum 2020. Alex Wong / Getty Images / AFP


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberi waktu 90 hari pada ByteDance untuk melepaskan seluruh kepemilikan saham TikTok di AS.

Hal tersebut diperintahkan Donald Trump pada Jumat (14/8/2020), seperti diberitakan Kontan.

"Ada bukti kredibel yang membuat saya percaya bahwa ByteDance ... mungkin mengambil tindakan yang mengancam untuk merusak keamanan nasional Amerika Serikat," kata Trump dalam pernyataannya tersebut.

Langkah Trump ini semakin menambah tekanan bagi ByteDance untuk segera melepaskan TikTok.

Dari segi hukum, kebijakan ini menunjukkan tindakan keras administrasi Donald Trump terhadap aplikasi sosial media yang berasal dari China.

ILUSTRASI - India resmi melarang penggunaan aplikasi dari China, termasuk TikTok dan UC Browser
ILUSTRASI - India resmi melarang penggunaan aplikasi dari China, termasuk TikTok dan UC Browser (pixabay.com)

Baca: Siap Perang dengan China, AS Siagakan Pesawat Pembom Nuklir ke Pulau Misterius di Samudra Hindia

Sebelumnya, Trump sempat mengeluarkan ultimatum agar ByteDance segera angkat kaki dari AS dalam 45 hari.

Namun, pihak ByteDance masih enggan menanggapi terkait berbagai aksi Donald Trump ini.

TikTok Dianggap Bahayakan Keamanan Nasional AS

Sebelumnya, para pejabat AS mengatakan TikTok bisa menimbulkan risiko nasional, seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (3/8/2020).

Pihak AS menilai demikian karena mereka khawatir soal keamanan data pengguna.





Halaman
1234
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved