TRIBUNNEWSWIKI.COM – Sampel sayap ayam beku yang diimpor dari Brasil dinyatakan positif virus corona baru.
Temuan tersebut terjadi di Kota Shenzhen, China selatan, kata pihak berwenang Kamis (13/8/2020).
Ini merupakan kasus terbaru dari serangkaian laporan tentang produk makanan impor yang terkontaminasi virus corona baru penyebab Covid-19.
Virus corona terdeteksi pada sampel permukaan yang diambil dari sekumpulan sayap ayam selama pemeriksaan makanan beku impor di distrik Longgang Shenzhen, kata pemerintah kota dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh CNN.
Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS pernah mengatakan bahwa kemungkinan tertular virus coorna melalui makanan sangatlah rendah.
Baca: Sebut Anak-Anak Hampir Kebal dari Virus Corona, Postingan Donald Trump di Facebook Ditarik
Setelah penemuan tersebut, otoritas kesehatan Shenzhen segera melacak dan menguji orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dengan produk tersebut, dan semua hasilnya negatif.
“Semua produk terkait dalam stok telah ditutup dan diuji negatif,” kata pernyataan itu.
Pihak berwenang sekarang melacak produk terkait dari merek yang sama yang telah dijual, dan telah mendisinfeksi area penyimpanan sayap ayam yang terkontaminasi.
Brasil sejauh ini melaporkan lebih dari 3,1 juta kasus virus corona, tertinggi kedua di dunia setelah Amerika Serikat, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins.
Kasus serupa
Berita tentang sayap ayam yang terkontaminasi virus corona di China itu datang sehari setelah virus corona ditemukan pada kemasan udang yang diimpor dari Ekuador, negara Amerika Selatan lainnya, di sebuah restoran di provinsi Anhui timur selama pemeriksaan rutin, menurut laporan media pemerintah China CCTV.
Sejak Juli, ada tujuh kasus di mana virus terdeteksi pada kemasan produk makanan laut impor di seluruh wilayah China.
Mulai dari Provinsi Shandong di pantai timur hingga Chongqing di barat.
Baca: Tim WHO Wawancarai Ilmuwan Wuhan tentang Asal-usul Virus Corona, Apa Saja yang Dibicarakan?
Insiden ini memicu kekhawatiran atas keamanan pangan impor.
Otoritas kesehatan China telah berulang kali memberi tahu publik agar berhati-hati dalam membeli daging dan makanan laut impor.
Di media sosial Tiongkok, beberapa telah menyerukan penangguhan semua impor makanan beku.
Belum ada bukti virus corona menular lewat makanan
WHO mengatakan bahwa sangat tidak mungkin bahwa orang dapat kontrak Covid-19 dari makanan atau kemasan makanan.
Sementara menurut CDC, risiko infeksi virus corona dari produk makanan, kemasan makanan, atau tas "dianggap sangat rendah".
Kedua organisasi tersebut menunjukkan bahwa virus corona menyebar sebagian besar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Baca: Studi Ungkap Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19, Begini Penjelasannya