TRIBUNNEWSWIKI.COM - TikTok adalah aplikasi sosial media asal China yang telah sedang booming diseluruh dunia saat ini.
Aplikasi TikTok merupakan besutan perusahaan IT asal China, ByteDance.
Penggunanya dari anak muda hingga orang dewasa.
Namun, selain namanya sedang naik daun, TikTok juga kini menghadapi masalah pelik.
Amerika Serikat melalui Presiden Donald Trump selalu memojokkan TikTok.
Baca: TikTok Diblokir Trump dan Siap Dibeli Microsoft, Bill Gates Justru Khawatirkan Persaingan Tak Sehat
Menurut Trump, TikTok telah melakukan pencurian data terhadap warga Amerika Serikat yang menggunakan aplikasi tersebut.
Sialnya, bukan hanya negeri Paman Sam yang menaruh curiga terhadap TikTok.
Salah satu negara berpengaruh lain, Prancis, kini juga mulai bersikap serupa dengan Amerika Serikat.
Pengawas privasi data Prancis (CNIL) menyatakan melakukan penyelidikan awal terhadap Tiktok, menyusul aduan kebocoran data.
Baca: Siap Diblokir Donald Trump di Amerika Serikat, Ini Pernyataan TikTok
Tak pelak, ini menambah deretan panjang atas penyelidikan keamanan data di TikTok.
Pasalnya, TikTok juga tengah menghadapi penyelidikan atas masalah keamanan data privasi oleh otoritas AS, Uni Eropa, dan Belanda.
Juru bicara CNIL mengatakan bahwa telah menerima aduan atas keamanan data privasi.
“Kini, keluhan tersebut tengah kami selidiki," kata dia.
Hanya, dia menolak untuk menjelaskan sifat pengaduan atau identitas penggugat.
Diminta komentar, TikTok mengatakan bahwa perusahaan melindungi privasi dan keamanan pengguna TikTok.
“Ini adalah prioritas utama kami. Kami mengetahui penyelidikan oleh CNIL dan sepenuhnya bekerja sama dengan mereka," ujar TikTok.
Di Amerika Serikat, para pejabat mengatakan bahwa TikTok menimbulkan risiko keamanan nasional karena data pribadi yang ditanganinya.
Baca: Bersihkan Aplikasi China, Pemerintahan Donald Trump: TikTok dan WeChat adalah Ancaman Signifikan
Baca: Viral di TikTok, Penumpang Dikeluarkan dari Pesawat Akibat Menolak Pakai Masker
Presiden Donald Trump bahkan mengancam untuk melarang TikTok dan telah memberikan ByteDance waktu 45 hari untuk merundingkan penjualan operasi TikTok di AS ke Microsoft.
Pada bulan Juni, Dewan Perlindungan Data Eropa (EDPB) mengatakan akan membentuk satuan tugas untuk menilai aktivitas TikTok di seluruh blok setelah permintaan dari anggota parlemen UE khawatir tentang pengumpulan data dan risiko keamanan dan privasinya.