TRIBUNNEWSWIKI.COM - Atalanta menjadi tim tersensasional dari Italia dalam satu dekade terakhir.
Buktinya, Atalanta sukses merangsek ke zona Eropa dan bermain di Liga Champions dan Liga Europa dalam beberapa musim ini.
Untuk musim 2020-21 kedepan, Atalanta juga masih akan melanjutkan kiprah di Liga Champions, dengan duduk di peringkat ketiga klasemen akhir Liga Italia 2019-20.
Namun, ada hal lain yang patut diapresiasi dari perjalanan Atalanta.
Selain berangkat dari status tim menengah Italia, klub berjuluk La Dea atau Sang Dewi ini juga mampu menampilkan permainan atraktif.
Keberadaan Atalanta pun menjadi terasa kian spesial di Italia, mengingat sebagian besar klub dari negeri pizza tersebut jarang memainkan sepak bola atraktif dan ofensif.
Belum lagi, Atalanta yang diasuh oleh Gianpiero Gasperini ini tidak diisi pemain dengan harga-harga yang selangit atau berlevel bintang papan atas lapangan hijau.
Gasperini mampu meramu tim yang solid, atraktif dan doyan menyerang dengan pemain-pemain seperti Alejandro "Papu" Gomez, Duvan Zapata atau Josip Ilicic di lini depan, Marten De Roon, Remo Freuler atau Robin Gosens di lini tengah atau bek Mattia Caldara dan kiper Pierluigi Gollini di belakang.
Baca: Disebut Tak Betah di Juventus, Agen Cristiano Ronaldo Mulai Jalin Kontak dan Akan Pindah ke PSG
Baca: Faktor Cristiano Ronaldo, Alasan Juventus Pecat Maurizio Sarri Demi Hindari Perpecahan di Dalam Tim
Nama-nama tersebut adalah campuran dari pemain yang dibeli dari klub-klub kecil seperti Papu Gomez dan Remo Freuler, hingga merupakan buangan dari klub-klub besar seperti Mattia Caldara.
Formasi 3-4-3 yang diandalkan Gasperini di Atalanta pun sukses memukau secara permainan dan efektif untuk meraih hasil.
Mimpi Atalanta sangatlah melambung di Liga Champions musim 2019-20 ini yang merupakan debut mereka di ajang tertinggi level Eropa.
La Dea sukses merangsek ke perempat final dan bertemu klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain.
Atalanta ibarat mereplika dongeng cerita cinderella yang berasal dari bukan siapa-siapa menjadi seorang yang memesona dalam sekejap.
Namun, sayangnya kisah cinderella dari Atalanta harus terhenti setelah tumbang 1-2 dari Paris Saint-Germain (PSG) pada pertandingan perempat final di Estadio da Luz, Rabu (12/8/2020).
Bahkan yang lebih menyesakkan, mereka gugur karena kebobolan dua kali di menit-menit akhir.
Atalanta sebenarnya sempat unggul lebih dulu berkat aksi eks pemain Chelsea dan Milan, Mario Pasalic di menit ke-27.
Sialnya, dua gol PSG dari bek Marquinhos (90') dan penyerang cadangan, Eric Maxim Choupo-Moting (90+3') mengubur harapan Atalanta untuk melangkah lebih jauh.
Untuk PSG, prestasi mereka dengan masuk ke semifinal Liga Champions ini menjadi kali kedua sepanjang sejarah.
Kali pertama mereka mencapai fase babak empat besar adalah musim 1994-1995, ketika klub berjuluk Les Perisiens itu diperkuat pemain legendaris, George Weah dan David Ginola.
Meski tereliminasi, performa dan pencapaian dari Atalanta tetap banjir pujian dari publik pecinta sepak bola.