Lama Tak Berbicara dengan Xi Jinping, Donald Trump: Dulu Hubungan Kami Baik, Sekarang Sudah Berbeda

Donald Trump akui pernah dekat dengan Presiden China Xi Jinping, tapi sekarang sudah berbeda


zoom-inlihat foto
presiden-as-donald-trump-berbicara-dalam-konferensi-pers-di-gedung-putih-11-agustus-2020.jpg
ALEX WONG / GETTY IMAGES AMERIKA UTARA / Getty Images via AFP
WASHINGTON, DC - 11 AGUSTUS: Presiden AS Donald Trump berbicara dalam konferensi pers di Ruang Briefing Pers James Brady Gedung Putih 11 Agustus 2020 di Washington, DC. Trump membahas virus corona dan beberapa topik lainnya, termasuk pengumuman calon presiden dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden bahwa ia telah memilih Senator Kamala Harris sebagai cawapresnya dalam pemilihan umum 2020. Alex Wong / Getty Images / AFP


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sudah lama tak berbicara dengan presiden China, Xi Jinping, Selasa (11/8/2020).

Pengakuan itu dibeberkan presiden ketika dia buka-bukaan soal hubungannya dengan Xi Jinping.

Trump mengakui kini hubungannya dengan Presiden China dalam keadaan yang buruk, seperti diberitakan Kontan.

Meski demikian, dia tak menampik hubungannya dengan Xi dulunya sangat baik.

"Saya dulu memiliki hubungan yang sangat baik dengannya," kata Trump kepada Fox Sports Radio dalam sebuah wawancara.

Baca: Jitu Prediksi Pemenang Pilpres AS Sejak Tahun 1984, Profesor Sejarah Ini Ramal Trump akan Tumbang

Presiden AS Donald Trump mengenakan masker ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020.
Presiden AS Donald Trump mengenakan masker ketika ia mengunjungi Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed di Bethesda, Maryland pada 11 Juli 2020. (ALEX EDELMAN / AFP)


Baca: Joe Biden Pilih Kamala Harris Jadi Cawapresnya Lawan Donald Trump dan Mike Pence

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Presiden Xi. Saya menyukainya, tetapi saya tidak merasakan hal yang sama sekarang," kata Trump dilansir Reuters.

Lanjut Trump, perasaannya mulai berubah ketika ada pandemi virus corona.

"Saya pasti merasa berbeda. Saya memiliki hubungan yang sangat, sangat baik, dan saya sudah lama tidak berbicara dengannya," sebutnya.

Berita Sebelumnya: John Bolton Ungkap Hubungan Tersembunyi Trump dan Xi Jinping

Hubungan Amerika Serikat dan China kini tengah memanas.

Kedua negara santer berbalas tudingan sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

Akan tetapi pengakuan mengejutkan dibuat oleh Mantan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton, seperti diberitakan Washington Post, Kamis (18/6/2020).

John Bolton mengklaim, Trump berafiliasi dengan Presiden China Xi Jinping agar menang dalam Pemilu AS.

Jika klaim ini benar, maka keadaan menjadi klise.

Pasalnya Trump dan Xi yang sering serang di media, justru punya hubungan khusus di belakang.

ILUSTRASI - Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020.
ILUSTRASI - Arsip foto memperlihatkan Presiden AS, Donald Trump, tersenyum saat akan menyampaikan pidato pembukaan pada Upacara Wisuda Akademi Militer AS 2020 di West Point, New York, 13 Juni 2020. Donald Trump berusia 74 tahun pada 14 Juni 2020. (Photo by Nicholas Kamm / AFP)


Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan

Pertama, John Bolton membahas soal pembelian produk pertanian AS oleh China.

Menurutnya, Trump meminta hal itu pada Xi Jinping dalam sebuah jamuan makan malam tahun lalu.

Konon hal itu bisa membantu mendongkrak suara untuk Trump.

"Dia menekankan pentingnya petani, dan meningkatkan pembelian kedelai dan gandum di China dalam hasil pemilihan," kata Bolton.

Klaim-klaim itu diungkapkan Bolton dalam sebuah buku yang dijadwalkan dirilis pada minggu depan.

"Dia kemudian, secara menakjubkan, mengalihkan pembicaraan ke A.S. yang akan datang pemilihan presiden, mengacu pada kemampuan ekonomi China untuk mempengaruhi kampanye yang sedang berlangsung, memohon kepada Xi untuk memastikan dia akan menang," Bolton menulis.

ILUSTRASI - Presiden Cina Xi Jinping berpidato di pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia pada hari Senin. Foto: AFP
ILUSTRASI - Presiden Cina Xi Jinping berpidato di pertemuan virtual Majelis Kesehatan Dunia pada hari Senin. Foto: AFP (AFP)

Baca: Konflik India-China: Pasca Bentrok 3 Hari, Pasukan China Bebaskan 10 Tentara India

Diberitakan Tribunnews.com, buku ini menjadi perdebatan panjang antara John Bolton dengan Gedung Putih.

Pasalnya apa yang ia tulis memang cukup kontroversional, terlepas dari benar atau salahnya.

Secara terang-terangan, Bolton juga menyinggung soal bantuan keamanan AS ke Ukraina.

Trump bersedia memberikan bantuan itu dengan syarat Ukraina melakukan penyelidikan Joe Biden dan keluaranya.

Informasi-informasi yang tertulis dalam buku itu dinilai sangat rahasia dan bisa mempertaruhkan keamanan nasional AS.

ILUSTRASI - Presiden AS, Donald Trump, berjalan menuju helikopter kepresidenan Marine One di Gedung Putih, Washington DC, 11 Juni 2020. Trump kini berusia 74 tahun.
ILUSTRASI - Presiden AS, Donald Trump, berjalan menuju helikopter kepresidenan Marine One di Gedung Putih, Washington DC, 11 Juni 2020. Trump kini berusia 74 tahun. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

Baca: UU tentang Uighur Diteken oleh Donald Trump, Reaksi China: Kami Akan Ambil Tindakan Balasan

Informasi rahasia yang dibeberkan Bolton tak habis sampai di situ.

Konon, dalam sebuah pertemuan, Xi mengatakan kepada Trump tentang pembangunan kamp di Uighur yang bisa menampung sejuta muslim.

Bolton menyebut Donald Trump menyetujui rencana Xi Jinping.

"Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan kamp-kamp, ​​yang menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan."

Washington Post yang menerima memoar setebal 592 halaman itu menilai, tulisan Bolton merupakan pembedahan paling kritis terhadap presiden.

Pengacara Bolton: Tak Mengandung Rahasia

Departemen Kehakiman meminta perintah darurat dari seorang hakim untuk memblokir penerbitan buku itu, pada Rabu malam.

Kayleigh McEnany, sekretaris pers Gedung Putih, mengatakan pada hari Rabu bahwa buku itu masih berisi informasi rahasia.

Namun, hal yang berbeda dikatakan pihak John Bolton.

Pengacara Bolton mengatakan buku itu tidak mengandung bahan rahasia dan itu mengalami proses peninjauan yang sulit.

Trump dikabarkan tengah membuat strategi agar buku ini bisa diblokir.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Nur)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved