Gunung Sinabung

Gunung Sinabung merupakan gunungapi tipe B yang terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia.


zoom-inlihat foto
gunung-sinabung-dari-desa-tiga-serangkai-karo-kamis-04062015.jpg
Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Seorang warga mengabadikan Gunung Sinabung dari Desa Tiga Serangkai, Karo, Kamis (04/06/2015). Ribuan warga yang berada pada radius 7 km di sebelah Selatan-Tenggara kembali dievakuasi ke lokasi aman, menyusul naiknya status Gunung Sinabung menjadi "Awas" ditandai dengan terjadinya peningkatan aktivitas secara signifikan. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji

Gunung Sinabung merupakan gunungapi tipe B yang terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Gunung Sinabung merupakan gunung api yang terletak di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia.

Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang berada di dekatnya merupakan gunung berapi aktif di Sumatera Utara.

Gunung Sinabung ini menjadi puncak tertinggi kedua di provinsi tersebut.

Ketinggiannya mencapa 2.451 meter diatas permukaan laut (mdpl).(1)

Gunung Sinabung tidak pernah meletus setelah tahun 1600.

Akan tetapi pada 2010 gunung ini aktif kembali dan meletus secara tiba-tiba.

Lalu meletus lagi pada 19 Februari 2018.

Semenjak aktif kembali, Gunung Sinabung tercatat beberapa kali erupsi.(2)

Baca: Senin Siang Gunung Sinabung Erupsi Dua Kali, Dua Kecamatan Seketika Gelap Seperti Malam Hari

Tumpukan bebatuan dari material erupsi Gunung Sinabung pascabanjir lahar dingin terlihat di Desa Simacem, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Jumat (17/10/2014). Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi ditandai dengan keluarnya lava pijar dan guguran awan panas. Pengamatan PVMBG Badan Geologi menunjukkan bahwa potensi erupsi Gunung Sinabung masih berpeluang terjadi. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji
Tumpukan bebatuan dari material erupsi Gunung Sinabung pascabanjir lahar dingin terlihat di Desa Simacem, Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara, Jumat (17/10/2014). Aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi ditandai dengan keluarnya lava pijar dan guguran awan panas. Pengamatan PVMBG Badan Geologi menunjukkan bahwa potensi erupsi Gunung Sinabung masih berpeluang terjadi. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji (Tribun Medan/Dedy Sinuhaji)

  • Cara Mencapai Puncak


Cara pencapaian ke lokasi puncak G. Sinabung, dapat ditempuh dari kota Bandung - Medan dengan angkutan udara.

Dari kota Medan dapat menggunakan kendaraan bermotor hingga Kabanjahe atau ibukota kecamatan, desa maupun kampung yang terdekat untuk menempuh jalan ke arah puncak (Desa Tiga Pancur Kecamatan Simpang Empat, Kampung Guru Kinayan, atau dari arah timur laut).(3)

  • Morfologi


Geomorfologi Gunung Sinabung dibagi menjadi 4 satuan morfologi berdasarkan morfografi dan morfogenesa, yaitu :

1. Perbukitan Sedimen

2. Perbukitan Vulkanik

3. Kerucut Gunungapi

4. Puncak Gunungapi.(3)

Baca: Gunung Guntur

  • Stratigrafi


Gunungapi Sinabung mempunyai satu khuluk, yang terdiri atas 25 satuan batuan erupsi primer dari kawah pusat, dan 1 endapan batuan gunungapi sekunder.

Endapan Pra Sinabung di daerah ini berupa Satuan endapan Batugamping dan Endapan Aliran Piroklastik Toba.

Kajian foto radar dan telaahan sebaran pola morfologi yang ditunjang dengan penyelidikan langsung di lapangan, terutama mengenai kontak antara satu satuan batuan dengan satuan batuan lainnya yang berumur lebih muda dan atau lebih tua, maka stratigrafi gunungapi daerah pemetaan berturut-turut dari tua ke muda, dapat dirinci sebagai berikut:

1. Endapan Batugamping (Pgp)

2. Endapan Aliran Piroklastik Toba (QTb)

3. Aliran Piroklastik Sinabung 1 (QsP1)

4. Aliran Lava Sinabung 1 (QsL1)

5. Aliran Lava Sinabung 2 (QsL2)

6. Endapan Lahar Sinabung (QsLh)

7. Aliran Piroklastik Sinabung 2 (QsP2)

8. Aliran Lava Sinabung 3 (QsL3)

9. Aliran Lava Sinabung 4 (QsL4)

10. Aliran Lava Sinabung 5 (QsL5)

11. Aliran Piroklastik Sinabung 3 (QsP3)

12. Aliran Lava Sinabung 6 (QsL6)

13. Aliran Lava Sinabung 7 (QsL7)

14. Aliran Lava Sinabung 8 (QsL8)

15. Aliran Lava Sinabung 9 (QsL9)

16. Aliran Piroklastik Sinabung 4 (QsP4)

17. Aliran Lava Sinabung 10 (QsL10)

18. Aliran Lava Sinabung 11 (QsL11)

19. Aliran Lava Sinabung 12 (QsL12)

20. Aliran Piroklastik Sinabung 5 (QsP5)

21. Aliran Lava Sinabung 13 (QsL13)

22. Aliran Lava Sinabung 14 (QsL14)

23. Aliran Piroklastik Sinabung 6 (QsP6)

24. Aliran Lava Sinabung 15 (QsL15)

25. Aliran Piroklastik Sinabung 7 (QsP7)

26. Aliran Lava Sinabung 16 (QsL16)

27. Aliran Lava Sinabung 17 (QsL17)

28. Aliran Piroklastik Sinabung 8 (QsP8)

29. Endapan Alluvium (Qa).(3)

Baca: Gunung Ijo Kulon Progo

  • Struktur Geologi


Gunungapi Sinabung terbentuk pada tepian Baratlaut patahan cekungan Toba Tua.

Garis patahan Strike Slip mengiri sepanjang batas bagian barat Toba, yang bagian atasnya terbentuk Gunungapi Sinabung menerus ke Timurlaut hingga Gunungapi Sibayak merupakan sesar orde kedua.

Struktur Sesar Normal dijumpai di daerah Danau Kawar.

Sesar Normal Kawar ini merupakan sesar orde ketiga.

Sesar tersebut kehilangan tekanan dan mengalami penurunan di bagian Selatan yang merupakan hanging wall nya.

Sesar ini dicirikan oleh morfologi triangular facet yang menjadi salah satu penciri sesar normal.

Selain struktur sesar, struktur lainnya seperti Struktur kelurusan topografi yang pada umumnya menunjukkan orientasi BaratDaya-TimurLaut serta struktur kawah juga di temukan pada bagian puncak Gunungapi dengan orientasi BaratLaut-Tenggara.(3)

Baca: Gunung Bromo

  • Riwayat letusan


Sejak zaman dahulu, Gunung Sinabung telah meletus berkali-kali.

Terakhir meletus sebelum abad20 adalah pada tahun 1600.

Aktivitas terakhir yang ditimbulkan oleh gunung api ini berupa muntahan batuan piroklastik dan aliran lahar yang mengalir kea rah selatan.

Gunung dengan ketinggian 2.460 meter dari permukaan laut ini pada tahun 1912 mengalami aktivitas solfatara di puncak dan lereng atas.

Sementara pada tahun 2010, terjadi beberapa kali letusan yang di antaranya merupakan letusan freatik.

Setelah letusan itu, aktivitas gunung Sinabung kembali aktif.

Status gunung ini pun naik dari waspada menjadi diaga pada 3 November 2013.

Letusan-letusan terjadi berkali-kali setelah itu, disertai luncuran awan panas sampai 1,5 km.

Pada tanggal 20 November 2013 terjadi enam kali letusan sejak dini hari.

Pada tanggal 24 November 2013 pukul 10.00 status Gunung Sinabung dinaikkan ke level tertinggi, level 4 (Awas).

Penduduk dari 21 desa dan 2 dusun harus diungsikan.

Status level 4 (Awas) ini terus bertahan hingga memasuki tahun 2014.

Guguran lava pijar dan semburan awan panas masih terus terjadi sampai 3 Januari 2014.

Mulai tanggal 4 Januari 2014 terjadi rentetan kegempaan, letusan, dan luncuran awan panas terus-menerus sampai hari berikutnya.

Hal ini memaksa tambahan warga untuk mengungsi, hingga melebihi 20 ribu orang.(4)

Luncuran awan panas Gunung Sinabung Sabtu (4/1/2014)
Luncuran awan panas Gunung Sinabung saat erupsi terlihat dari Desa Suka Ndebi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Sabtu (4/1/2014). Aktivitas Gunung Sinabung terus meningkat ditandai dengan munculnya lava pijar dan luncuran awan panas. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI

Pada 21 Mei 2016 pikul 16.48 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus dan mengeluarkan awan panas yang menyelimuti Desa Gamber, Kecamatan Simpang Emat, Kabupaten Karo.

Awan panas ini mengakibatkan 7 orang meninggal dunia dan 2 lainnya mengalami luka bakar.

Para korban diketahui tengah berada di zona merah di kawasan Desa Gamber yang beradius 4 Km dari Gunung Sinabung.

Sampai dengan 22 Mei 2016, telah terjadi 4 kali letusan.

Menurut petugas pos gunung Sinabung, luncuran awan panas akibat erupsi pertama kali terjadi sekira pukul 14.30 WIB.(1)

Pada tanggal 19 Februari 2018 pukul 08:53 WIB, Gunung Sinabung kembali meletus dengan mengeluarkan abu dan awan panas yang menyelimuti bangunan di sekitarnya. Dengan selamat tidak ada korban jiwa atau luka parah.

6 April 2018 pukul 17:30 WIB, terjadinya gempa pada Gunung Sinabung dengan memuntahkan awan panas di area gunung.

Selamatnya, tak ada korban jiwa dan luka parah.

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meletus pada Senin (19/2/2018) pagi pukul 08.53 WIB diikuti tinggi kolom abu vulkanik 5.000 meter dengan tekanan kuat dan warna kelabu kegelapan.
Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara meletus pada Senin (19/2/2018) pagi pukul 08.53 WIB diikuti tinggi kolom abu vulkanik 5.000 meter dengan tekanan kuat dan warna kelabu kegelapan. (bnpb.go.id)

Gunung Sinabung kembali erupsi pada Minggu, 9 Juni 2019, sekitar pukul 16.28 WIB.

Saat itu, kolom abu setinggi 7.000 m teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah selatan. 

Saat itu Gunung Sinabung berada dalam Status level 3 (Siaga).(5)

Gunung Sinabung erupsi pada 10 Agustus 2020 sekitar 10.16 WIB, yang menyebabkan dua kecamatan di Kabupaten Karo gelap gulita.

Padahal saat itu kejadian di siang hari, namun keadaan sekitar terlihat seperti sudah malam.

Dua kecamatan yang mengalami gelap ini, yakni di Kecamatan Namanteran dan Kecamatan Berastagi.

Erupsi kali ini memperlihatkan Gunung Sinabung memuntahkan dua kali material vulkaniknya berupa awan panas.

Keadaan gelap gulita di Desa Naman Teran pada Senin (10/8/2020) pada pukul 10.31 WIB, pasca erupsi Gunung Sinabung dengan ketinggian kolom 5.000 meter yang menutup awan sekitar.
Keadaan gelap gulita di Desa Naman Teran pada Senin (10/8/2020) pada pukul 10.31 WIB, pasca erupsi Gunung Sinabung dengan ketinggian kolom 5.000 meter yang menutup awan sekitar. (TRIBUN-MEDAN.com/Maurits Pardosi)

Saat itu, gunung aktif tersebut memuntahkan abu vulkanik dengan tinggi kolom abu apai 5.000 meter.

Tak berhenti di situ, erupsi kedua pun terjadi pada pukul 11.17 WIB.

Erupsi kedua memiliki kolom abu vulkanik yang tak setinggi erupsi pertama, yakni capai 2.000 meter.

Kecamatan Namanteran hampir rata mengalami kondisi tertutup abu vulkanik.

Sedangkan untuk di Kecamatan Berastagi, kawasan yang terdampak paling parah di seputar simpang Desa Doulu.(6)

(Tribunnewswiki.com/SO)



Gunung Gunung Sinabung
Nama kawah Kawah I, Kawah II, Kawah III, Kawah IV
Lokasi Geografi 3o10' Lintang Utara dan 98o23,5' Bujur Timur
Wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara
Ketinggian 2460 m dpl
Kota terdekat Kabanjahe, Berastagi
Tipe gunungapi Strato
Pos Pengamatan Jl. Ndokun Siroga, Desa Surbakhti,Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo








KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved