TRIBUNNEWSWIKI.COM - Indonesia akan segera memperingati HUT Ke-75 beberapa hari mendatang.
Tanggal 17 Agustus menjadi salah satu momen terbaik untuk mengenang kisah para pahlawan yang telah gugur.
Satu di antaranya ialah Pierre Tendean.
Pierre Tendean dikenal sebagai pahlawan revolusi yang gugul dalam Gerakan 30 September.
Membahas tentang Pierre Tendean tak habis mengenai G30S saja.
Diberitakan TribunnewsWiki.com dari Tribun Kaltim dan Grid, Pierre Tendean memiliki kisah cinta yang memilukan.
Baca: Jelang 17 Agustus, Beberapa Daerah di Indonesia Tak Larang Warga Rayakan Lomba di Tengah Pandemi
Pierre Tendean lahir di Jakarta, pada 21 Februari 1939 dari pasangan AL Tendean dan Cornett ME.
Semasa kecil, Pierre Tendean memang sudah menaruh minat terhadap dunia militer.
Setelah menamatkan sekolah dasar di Magelang, Pierre melanjutkan jenjang sekolah menengahnya di Semarang.
Kala itu, sang ayah memang sedang bertugas di Semarang.
Setelah lulus SMA inilah ketertarikan Pierre Tendean terhadap militer mulai terwujud.
Pierre Tendean menempuh pendidikan taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD), yang berada di Bandung, pada 1958.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Pierre mengawali kariersebagai Komandan Pleton Batalyon Zeni Tempur 2 Kodam II/Bukit Barisan, Medan.
Baca: Masih Ada Pandemi Covid-19, DKI Jakarta dan Semarang Satu Suara: Warga Tak Boleh Adakan Lomba 17-an
Setahun kemudian, Pierre Tendean melanjutkan pendidikan di Sekolah Intelijen Negara di Bogor.
Setelah tamat, ditugaskan oleh Dinas Pusat Intelijen Angkatan Darat (DIPIAD) untuk menjadi mata-mata di Malaysia.
Kala itu, memang sedang terjadi konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia.
Pierre ditugaskan untuk memimpin sekelompok relawan di beberapa daerah menyusup ke Malaysia.
Sejak saat itu, karier Pirre Tendean mulai menjanjikan.
Ada tiga jenderal yang menginginkan Pierre Tendean sebagai ajudannya, antara lain Jenderal A. H. Nasution, Jenderal Hartawan dan Jenderal Kadarsan.
Namun kala itu Jenderal Nasution bersikeras agar Pierre Tendean menjadi ajudannya.