Satu Dus Mi Instan di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua Dijual Rp 1 Juta hingga Ditukar Emas 2 Gram

Mahalnya harga bahan pokok tersebut lantaran di daerah pedalaman Pegunungan Bintang Papua tersebut memang sangat susah dijangkau.


zoom-inlihat foto
indomieeee.jpg
Instagram @indomiau
ilustrasi mi instan


Untuk menjangkau wilayah tersebut, warga harus menggunakan helikopter dari Kabupaten Boven Digoel.

Lalu mereka melanjutkan perjalanan menggunakan long boat dari Boven Digoel selama satu hari dan berjalan kaki selama dua hari menuju kawasan tambang Korowai.

Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/02/2020)(Dok Pendam XVII/Cenderawasih)
Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/02/2020)(Dok Pendam XVII/Cenderawasih) (Kompas.com)

Ben Yarik salah satu pemilik dusun Kali Dairam Korowai di Maining 33, mengatakan, suku Korowai adalah penghuni asli kawasan itu.

"Bertahun-tahun pemerintah tidak pernah membangun Korowai, Tuhan yang memberikan hasil emas bagi kami, sehingga kami bisa menambang dan membantu kami," kata Ben.

Ben mengatakan, tambang emas tradisional adlah salah satu mata pencaharian masyarakat setempat.

Ia berharap pemerintah tak menutup penambangan tradisional itu karena kawasan tambang tradisional itu menghidupi ekonomi masyarakat sekitar.

"Kasihan ini, banyak masyarakat tidak lagi diperhatikan dan terus tertinggal. Selagi masih ada emas yang menjamin," ujarnya.

Baca: Tak Jadi Banding Ke PTUN, Jokowi Terima Divonis Bersalah karena Batasi Akses Internet di Papua

(Kompas.com/Dheri Agriesta)(Tribunnewswiki/Al)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved