Tegaskan Wewenang Pusat Terkait Zonasi Covid-19, Khofifah Sentil Klaim Risma Soal Status Surabaya

Perseteruan antara Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa kembali muncul. Kali ini terkait zonasi Covid-19.


zoom-inlihat foto
gubernur-jawa-timur-khofifah-indar-parawansa-dan-wali-kota-surabaya-tri-rismaharini.jpg
Tribunjambi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kanan) dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, sering beradu pendapat terkait penanganan pandemi Covid-19 di Kota Surabaya.


TRIBUNNNEWSWIKI.COM - Dua figur politik sentral dari Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim) dan Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) masih belum berhenti dari adu pendapat di muka publik.

Setelah polemik mobil PCR beberapa bulan lalu, kini Khofifah dan Risma kembali bersilang pendapat terkait status zona Covid-19 di Surabaya.

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini mengklaim wilayah yang ia pimpin kini sudah menjadi zona hijau, setelah sebelumnya disebut sebagai zona merah atau bahkan zona hitam.

Disebutkan politisi Partai PDIP itu, penularan Covid-19 di Surabay kini mulai rendah.

Namun, berbeda dengan sang walikota, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyangkal klaim Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang menyebut Surabaya telah berstatus zona hijau.

Menurut Khofifah, yang punya otoritas menentukan status zona sebuah daerah bukan pemerintah daerah tersebut, tetapi pemerintah pusat.

Pemkot Surabaya tidak memiliki hak untuk menentukan perubahan zona Covid-19.

Baca: Banyak yang Sembuh dan Angka Penularan Rendah, Risma Sebut Surabaya Kini Jadi Zona Hijau Covid-19

Baca: Terkait Pemakzulan Bupati Jember Faida, Gubernur Jatim Khofifah Tunggu Keputusan Mahkamah Agung

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyangkal klaim Walikota Surabaya soal status Covid-19 di Kota Surabaya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menyangkal klaim Walikota Surabaya soal status Covid-19 di Kota Surabaya. (KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO)

Sehingga, klaim yang disebutkan oleh Risma ataupun jajarannya tidak otoritatif terkait status zona Covid-19, sekalipun di wilayahnya sendiri.

"Yang menentukan status zona bukan pemkot, pemkab, atau pemprov, tapi satgas pusat sepekan sekali," sebut Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (4/8/2020) malam.

Zonasi penyebaran dirilis setiap sepekan pada Selasa malam, melalui sistem informasi Bersatu Lawan Covid-19 atau (BLC).

"Kami (Pemprov Jatim) biasanya juga ikut mengunggah dari BLC untuk update zonasi peta," jelas Khofifah.

Klaim Risma soal zona hijau

Wali Kota Tri Rismaharini menyebut Surabaya kini menjadi zona hijau Covid-19.

Selain itu, kata Risma, sudah banyak pasien terinfeksi virus corona yang sembuh. 

Risma juga mengatakan penularan Covid-19 di Surabaya rendah.

Menurut data per Senin (3/8/2020) yang dikutip dari lawancovid-19.surabaya.go.id, ada 8.980 kasus Covid-19 di Surabaya.

Sebanyak 5.597 pasien telah sembuh, sedangkan total kematian mencapai 787 jiwa.

Baca: Selalu Diserang Soal Covid-19, Walikota Risma Akhirnya Buat Pengakuan: Saya Juga Nggak Kepengin Ini!

Baca: Kinerjanya Dipertanyakan dan Merasa Diserang Secara Pribadi, Risma Curhat: Sakit Mbak Jadi Pemimpin

"Di mana kondisi Surabaya sudah (zona) hijau yang artinya penularannya kita sudah rendah. Lalu yang sembuh sudah banyak," kata Risma dikutip dari siaran pers, Senin (3/8/2020), dikutip dari Kompas.

Klaim Risma ini juga dijelaskan oleh Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Irvan Widyanto.

Dia mengatakan perubahan status zona hijau itu didasarkan pada hasil kajian pakar epidemiologi yang diterima Pemkot Surabaya.





Halaman
12
Penulis: Haris Chaebar






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved