Sembuh dari Covid-19, Presiden Brasil Jair Bolsonaro Kini Sebut Ada 'Jamur' di Paru-parunya

Bolsonaro terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona pada 7 Juli dan sudah dinyatakan negatif pada Sabtu (25/7/2020)


zoom-inlihat foto
bolsonaro-upacara.jpg
EVARISTO SA / AFP
Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengikuti upacara bendera di Istana Alvorada, Brasilia, pada Kamis (24 Juli 2020). Melalui siaran langsung pada Kamis (30/7/2020) Bolsonaro mengatakan ada "jamur" di paru-parunya.


Namun, kenaikan angka kematian sebagian juga disebabkan karena negara bagian paling padat, Sao Paulo, melaporkan jumlah kematian per dua hari.

Sebelumnya, rekor jumlah kematian per hari adalah 1.473, pada 4 Juni.

Pihak berwenang mengatakan Sao Paulo tidak melaporkna kematian akibat Covid-19 pada Kamis karena adanya kesalahan pengitungan.

Hasilnya, 713 kematian yang terkonfirmasi pada Rabu termasuk jumlah selama dua hari.

Negara bagian itu juga melaporkan 26.000 kasus baru.

Jair Bolsonaro menentang pembatasan aktivitas ekonomi dan para gubernur dan wali kota sudah menyerah terhadap tekanan dari pemerintah pusat.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro terbatuk-batuk ketika berbicara di depan para pendukungnya yang iring-iringan mobil memprotes kebijakan karantina dan pembatasan sosial di sejumlah wilayah untuk memerangi wabah virus corona pada 19 April 2020.
Presiden Brasil Jair Bolsonaro terbatuk-batuk ketika berbicara di depan para pendukungnya yang iring-iringan mobil memprotes kebijakan karantina dan pembatasan sosial di sejumlah wilayah untuk memerangi wabah virus corona pada 19 April 2020. (Sergio LIMA / AFP)

Baca: Di Inggris, Periode Isolasi Orang Bergejala Covid-19 Mungkin Bisa Diperlama

Baca: Diuji Coba pada 30 Ribu Orang, Vaksin Covid-19 Moderna dari Amerika Siap Produksi Akhir 2020

Alexandre Naime, kepala departemen penyakit menular di Sao Paulo State University, mengatakan Brazil kini berada dalam fase terburuk dari pandemi.

"Brazil kini mengalami fase terburuk dari pandemi," kata Naime.

Kebijakan publik dan perilaku pribadi, kata dia, justru menuju ke arah yang berlawanan dan masyarakat seolah tidak menyaksikan tragedi setiap hari.

Pemerintahan Bolsonaro mengumumkan pada Rabu (29/7/2020) bahwa kebijakan pelarangan para pendatang yang terbang ke negara itu akan dicabut, selama mereka memilik asuransi kesehatan.

Titik baru penularan Covid-19 juga bermunculan di Brasil.

Para pejabat kesehatan mengkhawatirkan wabah di bagian tengah-barat dan selatan-jauh dari negara itu ketika musim dingin tiba.

Banyaknya kasus Covid-19 di Brasil membuat negara itu menjadi tempat pengujian vaksin potensial.

Sebuah institut penelitian di Brazil pada Rabu mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Sinopharm asal China untuk memulai pengujian keempat dari vaksin potensial buatannya.

Bolsonaro sendiri telah melanggar pembatasan sosial dengan bargabung dengan para pendukung dalam aksi unjuk rasa di sekitar Brasilia dalam beberapa bulan belakangan.

Dia pernah berpendapat bahwa dampak ekonomi dari penguncian lebih buruk daripada Covid-19 itu sendiri.

Presiden itu juga meremehkan Covid-19 sebagai "flu ringan" yang dapar disembuhkan dengan pengobatan-pengobatan yang belum terbukti, termasuk penggunaan obat antimalaria bernama hydroxychloroquine.

(Tribunnewswiki/Tyo)





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved