TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, pada Kamis (30/7/2020) mengatakan dirinya menggunakan antibiotik untuk mengatasi infeksi yang membuat tubuhnya terasa lemah.
Bolsonaro sudah menjalani isolasi selama berpekan-pekan setelah dirinya terkonfirmasi terjangkit Covid-19.
"Saya baru saja melakukan tes darah. Saya merasa sedikit lunglai kemarin," kata Bolsonaro dalam siaran langsung, dikutip dari Reuters (31/7/2020).
"Mereka juga menemukan sedikit infeksi. Sekarang saya menggunakan antibiotik," kata dia tanpa menjelaskan infeksi itu lebih lanjut.
Namun, Bolsonaro mengatakan dirinya juga memiliki "jamur" di paru-parunya.
"Setelah 20 hari berada di dalam ruangan, saya mempunyai masalah lain. Saya memiliki jamur di paru-paru," katanya.
Baca: Tak hanya Terinfeksi, Presiden Brasil Telantarkan Kota Brasilia Meski Jadi Hot Spot Baru Covid-19
Baca: Selain Presiden Brasil, Inilah 4 Kepala Negara di Dunia yang Telah Terinfeksi Virus Corona
Bolsonaro mengisolasi diri di kediaman resmi presiden selama hampir tiga minggu.
Dia terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona pada 7 Juli dan sudah dinyatakan negatif pada Sabtu (25/7/2020).
Diberitakan dari SCMP, istrinya, Michelle Bolsonaro, dinyatakan positif Covid-19 pada Kamis (30/7/2020).
Hal ini diungkapkan dalam pernyataan resmi pada hari yang sama.
Meski terinfeksi, dia disebut berada dalam kondisi baik.
"Ibu negara Michelle Bolsonaro terkonfirmasi positif Covid-19 pada Kamis. Dia berada dalam kondisi baik dan akan mengikuti protokol yang ditetapkan," bunyi pernyataan itu.
Sementara itu, Menteri Sains dan Teknologi, Marcos Ponters, juga terkonfirmasi positif Covid-19.
Ponters menjadi menteri kelima dalam kabinet Bolsonaro yang terinfeksi virus corona baru.
Brasil kini disebut berada dalam fase terburuk pandemi Covid-19, dilansir dari AlJazeera (31/7/2020).
Pada Rabu (30/7/2020), Brasil melaporkan rekor baru kasus harian dan kematian terkait Covid-19.
Meski demikian, Bolsonaro bersikeras untuk melonggarkan penguncian.
Saat ini, Brasil menjadi negara kedua, dibelakang Amerika Serikat (AS) yang terdampak pandemi paling parah jika dilihat dari jumlah kasus.
Baca: Berkali-kali Remehkan Virus Corona, Presiden Brasil Positif Covid-19, Berikut Rekam Jejaknya
Baca: Brasil Putuskan Berhenti Mempublikasikan Angka Kematian Akibat Covid-19 di Negaranya, Apa Alasannya?
Ada 69.074 kasus baru dan 1.595 kematian tambahan angka kematian yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Brasil.
Dengan demikian, ada lebih dari 2,5 juta kasus Covid-19 di negara itu dan menyebabkan 90.000 kematian.