"Pasukan Hizbullah menyusup ke wilayah Israel," kata Netanyahu.
Ia mengatakan Lebanon akan "membayar mahal" atas serangan Hizbullah di Israel pada masa lalu,
Netanyahu memperingatkan pemimpin kelompok itu, Sayyed Hassan Nasrallah, "untuk tidak mengulangi kesalahannya".
Baca: Buntut Serangan Israel ke Suriah, Gerakan Hizbullah Ancam Balas Dendam
Seorang juru bicara militer Israel melaporkan setidaknya tiga hingga lima militan Hizbullah ikut mengambil bagian dalam operasi itu dan telah kembali ke Libanon.
Namun, Hizbullah yang terakhir berperang dengan Israel pada tahun 2006, membantah bahwa pasukannya mencoba untuk menyeberangi perbatasan dan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa insiden Pertanian Shebaa adalah "klaim sepihak".
"Tidak ada bentrokan atau tembakan dari kami dalam acara hari ini," kata Hezbollah.
"Balasan kami atas wafatnya Ali Kamel (Mohsen) ... pasti akan datang," katanya, merujuk pada pejuang yang tewas di Suriah.
Sementara sebuah sumber di Lebanon mengatakan, Hizbullah telah menembakkan peluru kendali ke sebuah tank Israel.
Buntut tewasnya dua anggota Hizbullah di Damaskus Agustus lalu, Nasrallah bersumpah untuk membalas jika Israel membunuh lagi para pejuangnya di Suriah.
Namun wakil ketua kelompok itu mengatakan perang habis-habisan dengan Israel adalah hal mustahil.
Sebagai informasi, para pejuang Hezbollah dikerahkan di Suriah atas dukungan Iran dalam mendukung Presiden Bashar al-Assad.
Israel melihat kehadiran Hizbullah dan Iran di Suriah sebagai ancaman strategis.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)