Mengenal Daging Kambing: Jenis, Karakteristik, Komposisi, Manfaat, dan Risiko Kesehatan

Mari mengenal daging kambing, mulai dari jenis, karakteristik, komposisi, kandungan gizi, manfaat, dan risiko kesehatan.


zoom-inlihat foto
daging-kambing-5.jpg
(TribunStyle.com)
Daging Kambing memiliki kandungan gizi serta resiko kesehatan.


Artinya, lingkungan tempat dibesarkannya kambing mempengaruhi karakteristik daging kambing.

Susunan karkas (bagian tubuh hewan setelah mengalami pemotongan) dari daging kambing adalah daging 62%, tulang 19%, dan lemak 19%.

Masakan di negara Karibia, biasanya menggunakan daging kambing yang sudah tua dengan aroma yang lebih kuat.

Daging bagian iga, loin, dan tenderloin cocok dimasak secara cepat, namun bagian lainnya lebih cocok direbus dalam waktu lama.

Daging kambing tergolong ke dalam daging merah yang memiliki kadar lemak total dan kalori yang rendah, sehingga ia dianggap sebagai daging sehat.

Daging kambing telah digunakan sebagai makanan terapi pada pasien hiperlipemik di rumah sakit Staten Island Medical Center.

Daging kambing mempunyai lemak dan kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging domba dan daging sapi.

Daging kambing mempunyai ciri-ciri yang hampir sama dengan daging sapi.

Namun, daging kambing memiliki serat lebih kecil dibandingkan serat daging sapi.

Selain itu, daging kambing mempunyai aroma yang khas.

Daging kambing memiliki ciri yang khas, yaitu hampir tidak mempunyai lemak dibawah kulit.

Selain itu, daging kambing mempunyai kelebihan lemaknya yang tersebar diantara serat daging.

Berikut adalah ciri-ciri daging kambing yang baik:

  1. Warna daging merah jambu dan cerah.
  2. Bau tidak menyimpang (tidak berbau amis, menyengat dan asam)
  3. Permukaan daging lembab (tidak kering dan tidak basah)
  4. Permukaan daging bersih dan tidak ada darah.
  5. Serabut daging relatif halus.
  6. Daging disimpan dalam kondisi dingin (suhu 1 – 10 derajat celcius).

Bagian Daging

1. Kaki depan (lamb foreshank:

Bagian ini terdapat di bagian paha sampai kaki.

Terbagi menjadi dua macam, yaitu kaki depan dan kaki belakang. Kaki depan lebih keras dibandingkan kaki belakang karena memiliki lebih banyak otot dibanding lemak.

Karena itu, pengolahan kaki kambing bagian depan harus lebih lebih lama daripada kaki belakang.

Cocok diolah untuk: aneka makanan berkuah yang dimasak dalam waktu lama. Seperti semur, kari, dan sup.

2. Sengkel (lamb shank):





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Uang Passolo (2026)

    Uang Passolo adalah sebuah film drama Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved