TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban akan segera tiba.
Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1441 Hijriyah jatuh pada Jumat (31/7/2020) mendatang.
Umat muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahun ini umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha dalam suasana pandemi Covid-19 yang masih melanda.
Sebelum merayakan Hari Raya Kurban, umat muslim dianjurkan untuk menunaikan sunah-sunah maupun hal wajib sebelumnya.
Perlu diketahui, ada pula beberapa larangan yang wajib diketahui oleh umat muslim di Hari Raya Idul Adha.
Baca: Aqiqah atau Berkurban Idul Adha 2020 Dahulu? Berikut Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Baca: Jadwal Puasa Arafah dan Tarwiyah Jelang Iduladha 2020/1441 H, Lengkap dengan Niat serta Keutamannya
Ada beberapa larangan yang harus dihindari oleh umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha.
Dari haram berpuasa, jangan potong kuku dan rambut seluruh badan hingga jangan makan sebelum salat Id.
Dirangkum oleh Tribunnewswiki dari berbagai sumber, berikut 3 larangan di Hari Raya Idul Adha:
1. Diharamkan memotong kuku dan rambut seluruh badan bagi yang berkurban
Larangan memotong kuku dan rambut seluruh tubuh ini berlaku untuk mereka yang berquran.
Rambut yang dimaksud ini termasuk mencabut uban maupun mecukur kumis.
Larangan ini mulai berlaku saat memasuki 10 hari di awal bulan Dzulhijjah.
Hal ini berarti mulai tanggal 1 Dzulhijjah hingga 10 Dzulhijjah, atau sampai hewan kurban disembelih.
Larangan potong rambut dan kuku ini diriwayatkan dalam hadist HR. Muslim no. 1977 bab 39 halaman 152.
مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
“Siapa saja yang ingin berkurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berkurban.”
Dilansir dari muslimafiyah, larang tersebut juga telah menjadi fatwa Al-Lajnah A-daimah (semacam MUI di Saudi).
حرم على من أراد الضحية من الرجال أو النساء أخذ شيء من الشعر، أو الظفر، أو البشرة من جميع البدن، سواء كان من شعر الرأس، أو من الشارب أو من العانة، أو من الإبط، أو من بقية البدن
“Haram bagi mereka yang ingin melaksanakan kurban baik laki-laki maupun wanita, memotong rambut badannya, memotong kuku atau bagian kulitnya (misalnya kulit dekat kuku). Sama saja baik itu rambut kepala, kumis, rambut kemaluan atau rambut ketiak serta rambut lainnya di badannya.”