Studi Ungkap Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19, Begini Penjelasannya

Pria botak disebut berisiko lebih tinggi menderita atau terinfeksi Covid-19 yang parah


zoom-inlihat foto
pria-botak.jpg
Pixabay.com
ILUSTRASI - Pria botak disebut berisiko lebih tinggi terkena Covid-19


Adapun tingkat latar belakang kebotakan pada pria kulit putih pada usia yang sama dengan pasien yang diteliti yakni antara 31-53 persen.

Korelasi serupa ditemukan dalam penelitian dengan sampel beberapa perempuan dengan kerontokan rambut yang dikaitkan dengan androgen.

Ilmuwan lain mengatakan, lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi senang dengan hubungan yang potensial.

"Semua orang mengejar hubungan antara androgen dan hasil Covid-19," ujar Wakil Presiden Eksekutif di Prostate Cancer Foundation, Howard Soule kepada Science Magazine.

Diketahui, spesialis kanker prostat terbiasa dengan peran androgen yang dapat bermain di dalam penyakit tersebut lantaran itu ada di dalam prostat.

Hormon merangsang enzim yang meningkatkan pertumbuhan kanker.

Protein lonjakan

Pada April 2020, para peneliti menerbitkan sebuah makalah dalam jurnal Cell yang menunjukkan bahwa enzim TMPRSS2 juga terlibat dalam infeksi virus corona.

Untuk menginfeksi sel, virus corona menggunakan apa yang disebut protein 'lonjakan' yang mengikat membran sel, suatu proses yang diaktifkan oleh enzim.

Dalam hal ini, tampaknya TMPRSS2 mungkin enzim tersebut.

Baca: Studi : 1 dari 10 Pasien Covid-19 yang Menderita Diabetes Meninggal dalam Waktu Sepekan

Baca: Studi Mengatakan Masa Kecil yang Terlalu Bersih Malah Dapat Memicu Leukimia pada Anak

Para ilmuwan belum tahu apakah enzim merespons dengan cara yang sama dengan androgen di paru-paru seperti halnya di prostat, tetapi bukti lain tampaknya mendukung hubungan potensial ini.

Sebuah studi dari Veneto, Italia, dari 9.280 pasien menemukan bahwa laki-laki dengan kanker prostat yang menggunakan androgen-deprivation therapy (obat yang mengurangi kadar testosteron) hanya 25 persen mungkin untuk terkena Covid-19 dibandingkan laki-laki dengan tindakan penanganan yang berbeda.

Sementara itu, Kepala Kebijakan di Prostate Cancer UK, Karen Stalbow menyampaikan, ada beberapa penelitian terbaru yang menunjukkan mungkin ada hubungan antara hormon pria dan peningkatan risiko Covid-19.

Tindakan ini telah menyebabkan beberapa peneliti untuk menyelidiki apakah terapi hormon yang biasa digunakan untuk mengobati kanker prostat, seperti enzalutamide, dapat mengurangi risiko ini.

“Namun, sebagian besar penelitian sejauh ini telah di laboratorium, dan ada bukti yang bertentangan tentang apakah terapi hormon memiliki dampak yang sama di paru-paru seperti pada sel-sel prostat," ujar Stalbow.

"Sekarang ada beberapa studi klinis mulai yang berharap untuk mengatasi masalah ini, tetapi lebih banyak bukti diperlukan sebelum kita dapat mengetahui apakah terapi hormon ini akan menjadi pengobatan yang efektif untuk Covid-19," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Riset AS Ungkap Pria Botak Berisiko Lebih Tinggi Terkena Covid-19"





BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved