PGRI, Muhammadiyah, dan NU Mundur dari Organisasi Penggerak, Ketua Komisi X: Ada Masalah dalam POP

Menurut Syaiful Huda, Kemendikbud harus mencari skema terbaik agar program Organisasi Penggerak tidak menimbulkan polemik.


zoom-inlihat foto
ketua-komisi-x-dpr-ri-syaiful-huda.jpg
Tribun Jabar/Cipta Permana
Setelah Muhammadiyah, NU, dan PGRI memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP), Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful, Huda berharap POP ditata ulang. Foto: Syaiful Huda berpidato dalam acara Refleksi Akhir Tahun Bidang Pendidikan di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (17/12/2019)


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda, buka suara mengenai Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud.

Seperti diketahui, tiga organisasi besar (Muhammadiyah, NU, dan PGRI) memutuskan tidak ikut dalam Program Organisasi Penggerak.

Karena hal ini, Huda berharap Program Organisasi Penggerak ditata ulang.

Menurut Huda, Kemendikbud harus mencari skema terbaik agar program Organisasi Penggerak tidak menimbulkan polemik.

"Saya kira tidak terlambat, dan tidak ada kata terlambat, sementara di-hold dulu pelaksanaan ini. Terkait dengan POP ini, di-hold dan dicarikan skema yang terbaik," kata Syaiful Huda, Jumat (24/7/2020) sore.

Menurut Huda, penataan ulang yang perlu dilakukan oleh Kemendikbud adalah terkait pola rekrutmen.

Sebab, mundurnya lembaga seperti NU, Muhammadiyah dan PGRI akibat seleksi pemilihan program Organisasi Penggerak yang dinilai tidak jelas.

"Karena itu saya kira opsinya yang pertama, kami minta untuk ke Mas Nadiem melakukan penataan ulang terkait dengan pola rekrutmen, kriteria, dan seterusnya terkait dengan Program Organisasi Penggerak," ucap politisi PKB ini.

Baca: Program Organisasi Penggerak (POP) Ditinggalkan NU dan Muhammadiyah, Begini Respons Kemendikbud

Baca: PGRI Putuskan Mundur dari Program Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ada 5 Pertimbangan

Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.
Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda. (Dpr.go.id)

Kemudian, kata dia, mundurnya organisasi besar yang punya perhatian terhadap pendidikan selama puluhan tahun menandakan ada masalah dalam kebijakan POP.

"PGRI yang juga mundur dari kepesertaan POP ini menandakan ada masalah," ucap Huda.





Halaman
1234
Penulis: Febri Ady Prasetyo
Editor: Putradi Pamungkas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2021 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved