TRIBUNNEWSWIKI.COM – Misteri matinya puluhan hewan ternak milik warga di Desa Pohan Tonga, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara mulai terkuak.
Sosok yang diduga sebagai ‘pelaku’ tertangkap kamera jebak yang dipasang di sekitar lokasi kejadian.
Melalui aplikasi percakapan WhatsApp, Bupati Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan mengatakan, kamera jebak itu dipasang oleh tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Taput, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) dan lainnya.
“Ada terekam. Bentuknya seperti musang,” katanya pada Kompas.com melalui WhatsApp, Kamis (23/7/2020) sore.
Nikson kemudian mengirimkan dua video yang menunjukkan sosok tersebut.
Di video hitam putih tersebut, terlihat kursor mengarah pada sesuatu yang bergerak.
Baca: Ratusan Ternak Mati Kehabisan Darah, Bupati Tapanuli Utara Adakan Sayembara Berimbalan 10 Juta
Diduga bagian matanya menyala terang (sebagaimana halnya mata kucing terkena sorot lampu).
osok "pelaku" itu bergerak di semak-semak.
Secara samar-samar sosok "pelaku" terlihat berkaki empat dan memiliki ekor panjang dengan bagian kepala runcing.
Kedua video berdurasi 1 menit 30 detik.
Direkam pada 12 Juli 2020 pukul 03.06 WIB dan pukul 04.29 WIB.
Sosok itu kemudian menghilang di semak-semak.
Nikson mengaku pada Kamis siang dia memimpin rapat untuk penanganannya di lokasi.
Pihaknya tetap akan membuat jebakan dan memasang lampu para semua kandang ternak warga.
“Jumat, rencana gotong royong membersihkan aliran sungai yang diduga tempat diamnya binatang tersebut,” katanya.
Dia menambahkan, dugaan ke arah binatang lain masih ada karena keterangan warga yang melapor kepadanya, binatang tersebut lebih besar, tidak seperti musang.
“Makanya kita tetap jaga segala kemungkinan,” katanya.
Baca: KFC Kini Tak Perlu Bunuh Hewan, Siap Produksi Daging Ayam Pakai Teknologi Printer 3D
Baca: Ratusan Gajah Mati Misterius, Peneliti: Ini Bencana Konservasi, Negara Gagal Lindungi Satwa Berharga
Puluhan hewan ternak mati misterius, ditemukan jejak cakar
Diberitakan sebelumnya, pada akhir Juni lalu, hewan ternak warga seperti ayam, itik dan babi mati secara misterius.
Kematian hewan ternak itu meresahkan warga karena luka-luka yang dideritanya.