TRIBUNNEWSWIKI.COM - Seorang pejuang Hisbullah tewas oleh serangan udara yang dilakukan Israel di dekat bandara Damaskus, Suriah.
Korban bernama Ali Kamel Mohsen yang berasal dari wilayah selatan Lebanon.
Menurut sebuah sumber dari Hizbullah, kematiannya dianggap syahid lantaran berjuang untuk agama, dilansir Reuters, Rabu (22/7/2020).
Hizbullah, sebuah organisasi politik dan paramiliter kelompok Syiah sempat mengancam akan ada pembalasan di kemudian hari buntut terbunuhnya anggota mereka di Suriah.
Organisasi Hizbullah dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Israel, Kanada, dan Australia.
Sementara Iran aktif mendukung organisasi ini untuk melawan pengaruh barat di timur tengah.
Baca: Sempat Menolak Bantuan Asing, Gerakan Hizbullah di Lebanon Akhirnya Sepakat Pinjam Dana ke IMF
Serangan Udara di Israel
Setidaknya lima orang tewas dan empat lainnya terluka dalam serangan Israel di dekat Damaskus, Suriah, dilaporkan Jerussalem Post, Selasa (21/7/2020).
Lima orang yang tewas adalah anggota militan pro-Iran.
Belum diketahui apakah militan Iran ini bagian dari warga Iran ataupun dari kelompok Hizbullah, Lebanon.
Namun, dipastikan korban bukan warga kebangsaan Suriah, menurut Syrian Observatory for Human Rights (SOHR).
Sementara itu, kantor berita pemerintah Suriah (SANA) menyebut bahwa berkat serangan ini, tujuh tentara Suriah ikut terluka.
Dikonfirmasi SOHR, para prajurit ini adalah Angkatan Pertahanan Udara Suriah.
Baca: Pemimpin Hamas, Khaled Mashal: Malaysia Tegas dalam Konflik Palestina-Israel di Kancah Internasional
Dua diantaranya dikabarkan dalam kondisi serius.
Diketahui sistem pertahanan udara Suriah telah diaktifkan pada Senin (20/7/2020) setelah pesawat Israel meluncurkan rudal ke wilayah selatan Damaskus dari Dataran Tinggi Golan, lapor SANA.
"Israel menargetkan markas amunisi (milik Iran)," kata Zaid al Reys, seorang analis Suriah yang mengacu pada sumber lapangan.
Sementara itu, pertahanan udara Suriah dilaporkan ikut menangkis datangnya rudal Israel di beberapa wilayah seperti; As-Suwayda, Izraa, dan Quneitra, menurut SOHR.
Lebih jauh lagi, sebuah rudal pertahanan udara Suriah dilaporkan jatuh dan terbakar di Yordania utara saat menangkis serangan tersebut.
Media Al-Arabiya melaporkan helikopter Israel ikut dalam beberapa serangan ke pertahanan udara Suriah, Senin malam (20/7).
Tak lama setelah serangan itu, Israel menutup wilayah pangkalan udaranya di sepanjang dataran tinggi Golan hingga akhir Juli ini.
Baca: Cucu Nelson Mandela Puji Langkah Turki Dukung Perjuangan Palestina