Namun, keputusan itu masih berisiko membuat geram kaum Muslim garis keras yang menganggap agama sebagai masalah kesehatan.
Haji yang diperkecil menunjukkan hilangnya pendapatan yang besar bagi kerajaan tersebut, yang sudah terhuyung-huyung akibat guncangan ganda dari pelambatan yang disebabkan oleh virus dan anjloknya harga minyak.
Ziarah umrah sepanjang tahun yang lebih kecil sudah ditangguhkan pada bulan Maret.
Bersama-sama, mereka menambah $ 12 miliar ke ekonomi Saudi setiap tahun, menurut angka pemerintah.
Menjadi tuan rumah haji adalah masalah gengsi bagi penguasa Saudi, yang bagi mereka hak asuh situs-situs paling suci Islam adalah sumber legitimasi politik mereka yang paling kuat.
Tetapi serangkaian bencana mematikan selama bertahun-tahun, termasuk penyerbuan tahun 2015 yang menewaskan 2.300 jemaah, telah memicu kritik terhadap manajemen ziarah kerajaan.
Baca: Menteri Agama RI Beri Tanggapan Soal Keputusan Arab Saudi Gelar Ibadah Haji dengan Jumlah Terbatas
Baca: Arab Saudi Tetap Gelar Ibadah Haji 2020 Namun Secara Terbatas, Hanya Orang-orang Ini yang Diizinkan
(TribunnewsWiki.com/Niken Aninsi) (Wartakotalive.com)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul IBADAH Haji 2020 Hanya Diikuti 1.000 Jemaah, Syarat Ketat Tidak Berusia di Atas 65 Tahun dan Sehat.