Kabar Gembira, Kominfo Anggarkan Rp 1,9 Triliun per Bulan untuk Subsidi Kuota Internet

Pemerintah dukung proses pembelajaran jarak jauh daring untuk pelajar selama pandemi corona dengan memberi subsidi kuota internet sebesar 1,9 triliun.


zoom-inlihat foto
pembelajaran-jarak-jauh-belajar-daring-online.jpg
pixabay.com
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh via online atau daring. kabar gembira, pemerintah dukung proses pembelajaran jarak jauh daring untuk pelajar selama pandemi corona dengan memberi subsidi kuota internet sebesar 1,9 triliun.


Targetnya adalah instalasi sepanjang 15 kilometer untuk dua desa, yaitu Desa Cibunar dan Desa Mekarsari, Kecamatan Cibatu.

"Ini mimpi saya menjadikan kampung saya yang gelap menjadi kampung teknologi sejak lima tahun lalu," kata Budi kepada Kompas.com.

Membangun jaringan kabel fiber optik dan segala peralatan pendukung penyediaan internet, menurut Budi, tidaklah murah.

Sebab, sejak lima tahun lalu, ia mengumpulkan modal untuk mewujudkan mimpinya itu.

Setelah mengantongi modal, Budi pun mulai mencoba membangun jaringan kabel fiber optik.

Untuk memudahkan jalannya dan bisa memberi manfaat bagi banyak warga, Budi pun membentuk Badan Usaha Milik Kampung (Bumka) sebagai wadah penyedia internet murah.

"Bumka yang menyediakan paket internetnya, warga bisa beli paket internet murah Rp 33.000 per bulan per user ke pengurus RW atau pengurus Bumka. Ada juga paket internet harian dan mingguan," kata Budi.

Saat ini, Budi mengklaim sudah membangun jaringan kabel fiber optik sepanjang 5 kilometer yang dibangun Bumka.
Jaringan ini telah mampu memberikan layanan internet murah bagi 257 kepala keluarga di Kampung Cilimus Hideung.

Jika target 15 kilometer jaringan kabel fiber optik terpasang, maka warga dua desa, yaitu Cibunar dan Mekarsari, bisa menikmati internet murah ini.

"Targetnya akhir bulan ini bisa selesai 15 kilometer terpasang, jadi bisa untuk dua desa," katanya.

Jaringan internet yang disediakan Bumka, menurut Budi, bisa melayani ribuan user. Ia pun menyanggupi jika harus memasang jaringan internet murah di daerah lain.

"Kalau mau di semua desa juga bisa, tapi kita perlu dukungan kebijakan dari pemerintah," kata Budi.

Tati, warga Kampung Cilimushideung, mengakui, penyediaan internet gratis dari Bumka Tekno Sains memberi banyak keuntungan bagi warga warga, terutama yang telah memiliki anak yang sekolah.

Sebab, sekolah pada masa pandemi Covid-19 ini mengandalkan jaringan internet.

"Jadi enggak perlu banyak biaya kuota, sebulan Rp 33.000, anak-anak bisa belajar online," kata Tati.

Tati mengaku, sebelum ada internet murah dari Bumka, ia cukup kerepotan memenuhi kebutuhan kuota internet untuk anaknya belajar online.

Uang belanja bulanan pun harus dibaginya untuk kepentingan membeli kuota.

Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh, Minta Guru dan Orang Tua Beradaptasi

Baca: Mendikbud Nadiem Makarim Berencana Permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh setelah Covid-19

Baca: Agar Anak Bisa Belajar Online, Ibu di Tangerang Harus Pinjam HP dan Berutang Untuk Beli Pulsa

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, TRIBUNNEWS/Hari Darmawan, KOMPAS/Ari Maulana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Pemerintah Siapkan Subsidi Kuota Internet Rp 1,9 Triliun untuk Pembelajaran Online"

dan di Kompas.com dengan judul "Berkat Pria Ini, 1 Kampung Nikmati Internet Rp 33.000 Per Bulan dan Siswa Bisa Belajar Online"





Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved